Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Pembangunan Gapura di Desa Sri Bintan Dinilai Salah Lokasi

Selasa, Mei 12, 2026, 20:29 WIB Last Updated 2026-05-12T13:29:31Z

 


Bintan, Kompasone.com - Pembangunan gerbang atau gapura untuk menandakan perbatasan wilayah kampung, atau desa, satu dengan yang lainnya memang diperlukan.


Namun gapura yang dibangun di RT 001 RW 004, Kampung Desa Sri Bintan, Kecamatan Teluk Sebong, dinilai salah lokasi. Seharusnya itu di buat di simpang jalan besar yang arah mau masuk jalan kampung Sri Bintan, bukan di dalam kampung yang ada simpang tiganya di buat gapura itu.


Pada waktu jurnalis kompasone.com berada di desa Sri Bintan, di lokasi pembuatan gapura itu, para pekerja satu pun tak nampak. Dan di lihat dari plang proyek itu, pagunya Rp 57.153.000, pelaksana CV Putra Anugrah Jaya, dengan anggaran APBD Bintan 2026. Proyek ini dari perumahan kawasan dan pemukiman (Perkim) Bintan tahun 2026. Senin (11/5/26).



Saat jurnalis kompasone.com menanyakan salah satu warga disitu, Pak Bujang, ia mengatakan di buatnya gapura di tengah kampung desa Sri Bintan ini, tidak tepat, lantaran ini kampung tiga jalur. Lau letaknya di dalam kampung ,jadi warga yang dari kampung di sini, pasti bertanya megapa tidak di bangun di luar jalan aspal.


"Yang mau masuk ke kampung kita ini, kan dari orang umum yang datang dari pinang, Batam dan daerah lain itu mereka tahu bahwa ada tulisannya," ujar Bujang.


Lanjut Bujang, pekerjaan proyek gapura ini dari Dinas Perkim pun tak ada datang, begitu juga kontraktor pun sama, entah lantaran anggarannya kecil.


"Sampai saat ini kami warga di kampung ini melihat saja atas proyek yang di kerjakan ini, biarpun sudah siap gapura ini, masyarakat khususnya di desa Sri Bintan ini tak bangga, lantaran gapura ini membuat mala petaka aja untuk masyarakat yang tinggal di dekat gapura itu," terang Bujang.


Pantauan jurnalis kompasone.com progres pekerjaan proyek gapura itu, dari sisi bahan bangunan yang di gunakan si kontraktor,di duga banyak pengematan. Seperti besi yang di gunakan tidak ukuran gapura, semen yang di gunakan hanya separoh lobang tiang yang di isi, juga belum yang lainnya mereka gunakan. Ini adalah proyek yang sudah terlambat dalam pembangunan di desa Sri Bintan.


Hingga berita ini naik, Kabid permukiman perkim pembangunan gapura Sri Bintan bernama Warsito, belum memberikan klarifikasi. Yang bersangkutan tidak pernah ada di kantor. Diduga, apa bila di jumpai selalu mengelak takut bobrok pekerjaannya di ketahui oleh wartawan. Bahkan kalau bisa tidak tahu atas pekerjaannya di lapangan.


(Perwakilan Kepri.).

Iklan

iklan