Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Langkah Istiqomah Ali Zainal Abidin's Merajut Jaring Kebaikan dari Pantura hingga Jantung Kota

Rabu, Mei 06, 2026, 14:50 WIB Last Updated 2026-05-06T07:50:30Z

Sumenep, Kompasone.com - Di bawah naungan langit Madura yang teduh, sebuah langkah kepedulian menggema dari balik dinding Yayasan Rumah BIP. Ali Zainal Abidin, sang putra kebanggaan trah marga Bani yang karismatik, menghimpun para punggawa kebaikannya dalam sebuah pertemuan yang tak sekadar koordinasi, melainkan sebuah ritual "mengetuk pintu langit" menjelang Hari Raya Idul Adha.


Sosok yang akrab disapa Bang Ali ini hadir bukan sekadar membawa instruksi, melainkan membawa visi tentang bagaimana memuliakan sesama melalui syariat kurban yang tertata.


Dalam konsolidasi yang berlangsung khidmat tersebut, Bang Ali menekankan bahwa ketepatan sasaran adalah napas dari perjuangan ini. Dari pesisir Pantura yang berangin hingga sudut-sudut kota yang berdebu, setiap jengkal wilayah di 13 kecamatan dipetakan dengan saksama.


"Langkah teknis pembagian adalah prioritas utama. Kita bicara tentang amanah; tentang siapa yang akan menerima dan siapa yang bersedia menjaga titipan hewan kurban ini," tutur Bang Ali dengan nada bicara yang tenang namun berwibawa.


Beliau memastikan bahwa database yang tersusun bukan sekadar angka, melainkan representasi dari harapan para anak yatim, penyandang disabilitas, serta kaum dhuafa. Di mata Bang Ali, mereka bukan sekadar penerima, melainkan tamu kehormatan dalam perayaan kurban tahun ini.


Di sela-sela arahan teknisnya, Bang Ali menyelipkan untaian hakikat makrifatullah yang menggetarkan sanubari, Filosofi Tiga Hari dan Wasiat Langit sebuah refleksi mendalam tentang hakikat eksistensi manusia. Beliau mengingatkan bahwa tugas utama manusia adalah menjaga harkat hidup sesamanya.


Kita di dunia ini hidup hanya tiga har saja. Kemarin Masa yang telah berlalu dan menjadi cermin. Hari Ini Ladang amal yang sedang kita tanami dan Esok Misteri yang akan kita jumpai dengan bekal yang kita bawa sekarang.


"Kita punya tugas pokok untuk menjaga isi perut saudara-saudara kita," ucapnya lembut namun sarat penekanan. Beliau kemudian menyitir sebuah pesan suci yang pernah disampaikan Malaikat Jibril kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.


"Bekerjalah sesuka hatimu, namun sadarilah bahwa setiap langkah akan menemui balasannya. Jika kita menabur benih kebaikan dalam menjalani hidup, maka kemuliaan pulalah yang akan kita tuai. Sebaliknya, keburukan hanya akan melahirkan kegelapan."


Pertemuan tersebut diakhiri dengan sebuah janji setia pada nilai-nilai kemanusiaan. Bagi Bang Ali dan keluarga besar Rumah BIP, Idul Adha bukan sekadar ritual penyembelihan, melainkan momentum untuk meluruhkan ego dan memperkuat ikatan batin dengan masyarakat.


Dengan langkah yang mantap dan hati yang terpaut pada ridha Ilahi, Bang Ali mengajak seluruh jajarannya untuk tetap Istiqomah dalam menebar manfaat. Di tangan mereka, daging kurban bukan sekadar santapan, melainkan bukti nyata bahwa kasih sayang tak pernah putus mengalir dari hati yang tulus.


(R. M Hendra)

Iklan

iklan