Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Menepis Fitnah | Menjaga Marwah Tokoh Publik di Tengah Serangan Isu yang Menghasut H. Ardi

Minggu, Mei 10, 2026, 10:34 WIB Last Updated 2026-05-10T03:34:23Z

 


Sumenep, Kompasone.com - Ketenangan masyarakat Sapenken belakangan ini terusik oleh gempuran narasi negatif yang menyerang salah satu tokoh paling berpengaruh di wilayah tersebut, H. Ardi. Sosok yang selama ini dikenal sebagai figur kharismatik dan pengayom masyarakat ini tengah menghadapi ujian berat berupa tuduhan tak berdasar yang diduga sengaja diembuskan untuk merusak reputasi baiknya.


Salah satu tuduhan yang paling santer terdengar adalah label "Mafia BBM" yang dialamatkan kepada H. Ardi. Padahal, secara administratif dan operasional, posisi H. Ardi sudah sangat jelas: beliau adalah pemilik sah APMS.


Sebagai pemilik izin resmi, kontribusi H. Ardi dalam menyalurkan BBM bersubsidi justru menjadi urat nadi bagi keberlanjutan hidup masyarakat Sapenken, baik yang berada di darat maupun para nelayan di laut. Bukan melakukan penyimpangan, dedikasi beliau selama ini justru fokus pada kepastian distribusi agar warga tidak mengalami kelangkaan energi.


,Ironisnya, kegaduhan ini dipicu oleh oknum yang mengatasnamakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Pihak yang seharusnya menjadi jembatan solusi bagi kesejahteraan rakyat, justru bertindak sebaliknya. LSM Replika, melalui oknumnya yang bernama Juhari, diduga kuat menjadi motor penggerak di balik penyebaran isu yang kebenarannya sangat diragukan.


Berdasarkan rekam jejak yang ada, oknum tersebut dituding menerapkan pola "bisnis ancaman" bersikap manis saat kepentingan pribadinya terpenuhi, namun berubah menjadi penyerang saat ambisinya terhambat. Fenomena ini tentu mencoreng marwah aktivis dan LSM yang seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai objektivitas dan perdamaian.


Menghadapi serangan yang bertubi-tubi, H. Ardi menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin yang bijaksana. Alih-alih membalas dengan emosi atau tindakan hukum yang agresif, beliau memilih untuk tetap tenang dan fokus pada pelayanan masyarakat. Karakter beliau yang arif tercermin dalam sebuah pernyataan yang mendalam


Pria Kharismatik berparas teduh tersebut mengatakan "Kita ini sudah terbiasa dihantam Badai dan Topan, Jadi untuk apa menggigil karena Gerimis."


Kalau kita digigit anjing, kita tidak perlu membalas dengan menggigit balik anjing tersebut. Karena kita adalah manusia, bukan binatang," tegas H. Ardi.


H. Ardi juga memberikan pesan menyentuh agar pihak-pihak yang mencoba menjatuhkannya segera sadar akan kekeliruan yang telah diperbuat. Beliau mengingatkan akan pepatah lama, "Jangan memercik air di dulang, agar tidak mengenai muka sendiri," sebuah peringatan halus bahwa fitnah yang ditebar pada akhirnya hanya akan mempermalukan diri si penyebar itu sendiri.


Kepada Masyarakat sapeken tercinta diharapkan untuk lebih jeli dan tidak mudah terhasut dan terprovokasi oleh "kerikil kecil" yang sengaja dilemparkan oleh segelintir orang. Di tengah badai api ini, kebenaran diharapkan akan tetap berdiri tegak, sebagaimana integritas H. Ardi yang telah teruji oleh waktu di tanah Kelahiran Sang Istri Tercinta yaitu Sapenken Internasional.


(R. M Hendra)

Iklan

iklan