Gunungkidul DIY, Kompasone.com — Dalam rangka memeriahkan Perti bumi (Rasulan) yang diselenggarakan warga masyarakat Padukuhan Bulurejo, Kalurahan Monggol, Kapanewon Saptosari Kabupaten Gunungkidul D.I. Yogyakarta yang akan diselenggarakan pada Senin 11 Mei 2026 tepatnya hari Senin Pon wuku Gumreg masa Dhesta (sekar lesahing jagad) dalam perhitungan Jawa.
Perti bumi (Rasulan), diambil dalam bahasa jawa, jika diartikan dalam bahasa Indonesia mengandung arti, Merti adalah merawat, Bumi adalah alam atau tanah atau jagad, jika disatukan maka akan menjadi kalimat "Merawat Alam". acara tersebut diselenggarakan setahun sekali. Biasanya diselenggarakan selepas panen para petani di wilayah tersebut, menurut tokoh masyarakat setempat yang enggan disebut namanya mengatakan,
" Ritual adat Perti bumi ini sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Sang Pencipta alam semesta atas segala kemurahanya yang diberikan kepada umat manusia,"kata dia.
Ia juga menambahkan, kita hidup dibumi, kita setiap hari makan bersumber dari bumi, semuanya bersumber di bumi. Meskipun bumi yang kita tempati ini setiap hari kita kotori, namun bumi tetap memberikan yang terbaik buat manusia,
"Bayangkan, kita tanam kayu yang kita tancapkan dibumi, kita tinggal tunggu beberapa bulan saja sudah menjadi sumber pangan buat manusia, itu gambaran kecil dari Ubi (ketela) yang kita tanam," sebut syukurnya (9/5/2026).
Maka, sambung dia, sudah sewajarnya dan kita harus sadar kewajiban kita untuk merawat bumi, merawat alam, jika bumi, jika alam tidak kita rawat, tidak kita jaga maka akan menjadi sumber bencana buat makhluk di bumi ini.
Untuk memeriahkan Acara adat ritual Perti Bumi Persatuan Pemuda Pemudi Bulurejo (P3B) menggelar berbagai kegiatan diantaranya bola voly, senam dan hiburan orkes electone, meskipun mengalami kekosongan kepemimpinan (Ketua Karang Taruna), namun tidak menyurutkan semangat, justru memantik semangat karang taruna Padukuhan Bulurejo untuk selalu meningkatkan persatuan dan kesatuan membangun dan mawasdiri.
Kali ini Karang Taruna P3B mengambil tema " Manunggaling Cipta Rasa dan Karsa" Yang mengandung arti menyatukan diri untuk mewujudkan niat dan tujuan, tentu untuk memajukan wilayahnya. Karena pemuda merupakan Tunas Bangsa. Hiburan orkes electone (Rehan Production), semakin meriah ketika salah satu bakal calon Lurah Kalurahan Monggol Sunarto, S.E., naik panggung membersamai Karang Taruna Bulurejo. Sunarto, S.E., melantunkan lagu Jogja Istimewa dengan suara khasnya serak-serak basah dan goyangan ngebor ala Inul. Sontak semakin hangat dan larut dalam kemeriahan acara tersebut.
Meskipun Pilkades atau Pillur yang rencananya akan di gelar pada bulan September mendatang oleh Pemda Gunungkidul, namun sosok-sosok bakal Calon Lurah yang akan maju di Pillur mendatang sudah mulai muncul, Salah satunya Sunarto, S.E., Ia berniat ikut maju mengabdikan diri dengan tulus untuk membangun wilayahnya maju Pillur mendatang.
( Mbah Pri )
