Pandeglang, kompasone.com— Jumlah jamaah haji asal Kabupaten Pandeglang, Banten, pada musim haji 2026 mencapai 939 orang jamaah murni, di luar petugas pendamping. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang hanya sekitar 800 jamaah.
Kepala Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Pandeglang, Supardi, mengatakan peningkatan jumlah jamaah menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji.
“Total jamaah tahun ini sebanyak 939 orang jamaah murni, di luar petugas pendamping,” ujar Supardi, Rabu (6/5/2026).
Ia menjelaskan, pemberangkatan jamaah haji Pandeglang dibagi dalam tiga kelompok terbang (kloter). Kloter 13 dijadwalkan berangkat pada 9 Mei 2026, Kloter 17 pada 13 Mei 2026, dan Kloter 23 sebagai kloter terakhir pada 17 Mei 2026.
Menurut dia, Kloter 13 dan Kloter 17 sepenuhnya diisi oleh jamaah asal Pandeglang. Sementara Kloter 23 merupakan kloter gabungan dengan jamaah dari daerah lain di Provinsi Banten.
Supardi menambahkan, seluruh jamaah saat ini telah melalui tahapan persiapan, mulai dari pelunasan biaya perjalanan ibadah haji, pemeriksaan kesehatan, hingga manasik haji yang diselenggarakan secara bertahap.
“Kami memastikan seluruh jamaah dalam kondisi siap, baik secara administrasi maupun kesehatan, sebelum diberangkatkan,” katanya.
Selain itu, rentang usia jamaah cukup beragam. Jamaah tertua tercatat berusia 102 tahun atas nama Madhani, sementara jamaah termuda berusia 18 tahun, yakni Syifa Haerunisa.
Menurut Supardi, keberagaman usia tersebut mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat Pandeglang dalam menunaikan rukun Islam kelima, tanpa terbatas usia.
“Ini menunjukkan antusiasme masyarakat tetap tinggi di berbagai kelompok usia,” ujar dia.
Pemerintah daerah bersama Kemenhaj juga terus melakukan koordinasi guna memastikan kelancaran proses pemberangkatan hingga kepulangan jamaah haji nantinya.
"Selain aspek teknis, perhatian juga diberikan pada pendampingan jamaah lanjut usia agar dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman," pungkasnya.
(Ali Hamzah)
