![]() |
| ket.foto kiri - kanan : foto 1 : Arif Jurnalis kompasone.com berfose dengan Sekda Kuningan H. UU KUSMANA SSos , MSi foto 2 : Bupati Kuningan DR. H. DIAN RAHMAT YANUAR MSi |
Kuningan, kompasone.com - Bupati Kuningan DR. H. DIAN RAHMAT YANUAR MSi saat dikonfirmasi Jurnalis kompasone.com perihal progres dari Kasus Raibnya Milyaran Uang Taspen P3K terkesan tidak peduli terhadap jeritan ratusan pegawai P3K perihal Uang Taspen yang raib
"Maaf ya, bukan konteksnya untuk menjawab masalah itu," jawab Bupati singkat atas pertanyaan Jurnalis kompasone.com saat usai acara Pelantikan pejabat baru eselon 2 di Cisantana siang tadi ( kamis, 30 April 2026 ).
Padahal beberapa rekan wartawan juga banyak yang bertanya di luar konteks acara pelantikan tersebut namun Bupati kok memberi jawaban, semisal ada yang bertanya soal Sekolah Rakyat yang pernah diberitakan oleh kompasone.com dua Minggu lalu, kemudian ada juga yang bertanya masalah bioskop dan sebagainya dan itu di jawab oleh Bupati.
Namun untuk Kasus Raibnya Milyaran Uang Taspen P3K yang di anggap Krusial dan Sangat Sensitive justru tidak di jawab oleh Bupati.
"Ada apa ini Bupati kok gak mau jawab ? itu kan kasus besar ," cetus beberapa rekan wartawan dan salah satunya rekan wartawan berinisial DB yang dulu bersama sama dengan Arif jadi responden berita untuk media nasional HARIAN TERBIT di era tahun 2010 an.
Sekda Kuningan H. UU KUSMANA SSOs ,MSi yang sebelumnya menjabat Kadisdik memberi jawaban bahwa Kasus tersebut masih dalam proses penanganan.
Namun ketika di desak bahwa saat peristiwanya bahwa Sekda saat itu masih menjabat di Disdik dan kemungkinan keterlibatannya dalam kasus itu, Sekda menjawab singkat dan terkesan menahan emosinya
"Justru saya baru tahu ketika sudah rame di luaran dan kalau menyebut bahwa ada tanda tangan saya dalam pencairan uang tersebut , itu berarti dipalsukan," demikian jelas Sekda H. UU KUSMANA SSos , MSi kepada Arif jurnalis kompasone.com
Kadisdik yang baru DR.H.ELON CHARLAN SPd, MPd karena tidak tampak menghadiri acara pelantikan itu, jurnalis kompaone.com coba konfirmasi via telpon selular mengatakan bahwa dirinya tidak tahu persis karena peristiwanya sebelum dirinya menjabat di Disdik.
"Saya kan baru jadi Kadisdik sedangkan peristiwa itu kan saat sebelum saya menjabat, jadi silahkan konfirmasi saja ke YA bendaharanya," respon telpon dari Kadisdik yang baru.
Pada pagi harinya sebelum mewawancarai Sekda dan Bupati di momen pelantikan itu , jurnalis kompasone.com berhasil menemui Bendahara yang di maksudkan yaitu YA di ruang kerjanya.
"Saya ngomong apapun pasti akan di anggap gak masuk akal dan saya lebih baik diam," ucap YA dengan nada rendah dan terlihat seperti tertekan, kemudian YA tidak berbicara apa apa perihal uang Taspen P3K yang raib itu.
Pertanyaannya, Sebenarnya Siapa Dalang dari Raibnya Uang Taspen yang di duga jumlahnya Milyaran rupiah itu ?
Sebagai ilustrasi dari mekanisme pencairan uang atau pengambilan uang oleh pihak Dinas itu melalui mekanisme dari Dinas kemudian ke BPKAD dan pihak BPKAD memberikan Surat rekom untuk bisa mencairkan uang atau pengambilan uang dari pihak Bank yang di tunjuk.
DEDEN kepala BPKAD yang hadir di acara pelantikan pejabat eselon 2 setingkat jabatan Kadis oleh kompasone.com dipertanyakan kemungkinan keterlibatan dalam pusaran Uang Taspen P3K.
" BPKAD sama sekali tidak ada urusan dengan uang Taspen pegawai karena pemotongan uang Taspen kan itu langsung otomatis oleh pihak Bank ke gaji si pegawai , dan itu jelas mekanisme seperti itu. Jadi sekali lagi BPKAD tidak terlibat," jelas Deden kepala BPKAD Kuningan Jabar.
Liputan :
Arif Rahman
Ka.Biro Kuningan Jabar

