TAPUT, kompasone.com - sebanyak 120 orang guru TK, SD dan SMP di Lingkungan Dinas Pendidikan Tapanuli Utara (Taput) mengalami penyegaran tugas, 47 orang diantaranya diangkat sebagai kepala sekolah.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/196/IV/2026 tertanggal 15 April 2026 tentang Penugasan Guru Menjadi Kepala Sekolah yang dilanjutkan dengan pelantikan di Aula Martua, Kamis (30/4) sore.
Dokumen yang ditandatangani Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat itu memuat rotasi, promosi, sekaligus penunjukan pelaksana tugas (Plt) pimpinan satuan pendidikan di berbagai kecamatan, dari jenjang TK hingga SMP.
Sejumlah nama mengisi posisi strategis. Magdalena Hutabarat, S.Pd. dipercaya memimpin TK Negeri Pembina Siborongborong. Di tingkat SMP, Lucy, S.Pd., M.Pd. menjabat Kepala SMP Negeri 4 Pahae Julu, sementara Dalton Batubara, S.Pd., M.Si. kini memimpin SMP Negeri 7 Siborongborong.
Untuk menjaga keberlangsungan administrasi, pemerintah daerah juga menugaskan beberapa guru sebagai Plt kepala sekolah, di antaranya Mutiara Pasaribu, S.Pd. di SD Negeri 173182 Lobutolong, Kecamatan Sipahutar.
Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan dalam arahannya menegaskan langkah ini bukan sekadar seremoni, melainkan strategi memperkuat mutu pendidikan.
“Kepala sekolah adalah motor penggerak peningkatan kualitas. Jika tidak ada kemajuan, berarti ada persoalan pada kepemimpinan,” ujarnya.
Dia juga berharap para pimpinan sekolah supaya terus mengembangkan kapasitas diri, termasuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai rujukan dalam pengambilan keputusan.
“Kurangi aktivitas kurang produktif di media sosial. Gunakan teknologi untuk memperkuat kepemimpinan dan kepercayaan diri,” katanya.
Soal kedisiplinan, pimpinan sekolah diminta hadir minimal 15 menit sebelum kegiatan belajar dimulai sebagai bentuk keteladanan.
“Harus available, reliable, dan sustainable. Disiplin tidak boleh sesaat, tetapi konsisten demi menjaga martabat kepemimpinan,” tegasnya.
(Bernat L Gaol)
