Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Klarifikasi Kepala Sekolah | Kendala Teknis Distribusi Program Makan Bergizi Gratis di SMPN 1 Arjasa

Jumat, Mei 08, 2026, 21:36 WIB Last Updated 2026-05-08T14:36:57Z

 


Sumenep, Kompasone.com - Menanggapi pemberitahuan terkait tidak tersalurkannya distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari Jumat (8/5/2026) di SMPN 1 Arjasa, pihak sekolah bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.


Kepala SMPN 1 Arjasa, Bapak Basri, menjelaskan bahwa kejadian tersebut murni disebabkan oleh kendala teknis yang tidak terduga di area pengolahan. Sebagai bagian dari standar operasional prosedur (SOP) untuk menjaga kualitas dan higienitas, makanan yang telah dimasak tidak diperbolehkan langsung dikemas ke dalam wadah (styrofoam) selagi panas.


"Kami sangat mengedepankan kualitas dan rasa. Makanan harus didinginkan terlebih dahulu di ruang penyimpanan steril ber-AC sebelum dikemas. Namun, tepat saat proses tersebut selesai, terjadi insiden teknis di mana kunci pintu ruang penyimpanan steril patah di dalam lubang kunci," ungkap Bapak Basri.


Situasi sempat menjadi tegang karena kunci cadangan pun tidak dapat digunakan sebelum batang kunci yang patah berhasil dikeluarkan. Mengingat hari Jumat memiliki durasi waktu sekolah yang sangat singkat, proses perbaikan oleh ahli reparasi memakan waktu yang melampaui jam kepulangan siswa.


Pihak pengelola dapur MBG menyatakan penyesalan yang mendalam atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh para siswa. Sebagai bentuk tanggung jawab nyata, pihak pengelola telah menyiapkan kompensasi bagi seluruh siswa penerima manfaat.


Pada hari Sabtu besok, seluruh siswa akan menerima jatah konsumsi sebanyak dua porsi sekaligus (rapel jatah hari Jumat dan Sabtu). Yaitu Penyaluran Ganda


Pihak sekolah dan pengelola dapur melakukan konsolidasi internal serta perbaikan sarana prasarana agar kendala teknis serupa tidak terulang kembali dengan Evaluasi Sistem


Pihak SMPN 1 Arjasa dan Pengelola Dapur MBG memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh siswa dan orang tua murid atas kekecewaan yang terjadi.


"Kami sangat menghargai antusiasme para siswa terhadap program ini. Kami berkomitmen bahwa program mulia ini akan terus berjalan dengan profesionalisme tinggi. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi besar bagi kami untuk memperketat pengawasan teknis di masa mendatang," pungkas Bapak Basri.


Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami situasi yang terjadi dan tetap memberikan dukungan terhadap keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis sebagai upaya bersama dalam meningkatkan gizi anak bangsa.


(R. M Hendra)

Redaksi kompasone.com


Iklan

iklan