Sumenep, Kompasone.com - Kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep yang kini diduduki Agus Dwi Saputra terus digoyang isu tak sedap. Bukan soal kinerjanya, tapi soal "restu sakti" yang diduga dari Ketua Banggar DPR RI yang disebut-sebut jadi dalang di balik terpilihnya Agus. Dampaknya? Roda pemerintahan Sumenep dituding sedang terseret ke dalam genggaman tirani yang bikin gerah banyak pihak.
Kabar yang dilansir dari kabardata.id ini meledak setelah Abraham Somad, mantan Sekretaris Laskar Merah Putih (LMP) Macab Sumenep, buka suara dengan nada tinggi. Menurutnya, proses seleksi Sekda kemarin cuma "drama" alias formalitas belaka.
Publik sudah mencium aroma pengaturan sejak jauh-jauh hari. Transparansi yang harusnya jadi panglima, malah seolah dikandangkan. Hasilnya? Sosok yang terpilih dianggap sebagai titipan yang dipaksakan masuk ke ring satu birokrasi Sumenep.
Somad tidak main-main dengan istilahnya. Ia menyebut kondisi Sumenep saat ini sedang mengalami fenomena "Kembar Matahari". Sebuah istilah pedas untuk menggambarkan adanya dua kekuatan besar yang sama-sama dominan tapi tidak sinkron.
"Roda pemerintahan sudah nggak jalan sesuai relnya. Kelihatannya saja akur dan selaras, tapi aslinya bertolak belakang. Seakan-akan ada dua raja dalam satu ruang kekuasaan yang sama," tegas Somad dengan nada menyindir.
Kondisi ini dinilai sangat berbahaya bagi stabilitas daerah. Masyarakat kini terbelah menjadi dua kubu, dan penilaian negatif terhadap birokrasi mulai tumbuh subur. Alih-alih melayani rakyat, energi pemerintah daerah dikhawatirkan habis hanya untuk menjaga ego kekuasaan masing-masing "matahari" tersebut.
Sorotan tajam juga mengarah pada tudingan bahwa penunjukan ini adalah bentuk intervensi langsung dari "orang kuat" di Banggar DPR RI. Jika benar, maka kemandirian Pemkab Sumenep sedang dipertaruhkan.
Jabatan Sekda yang harusnya menjadi motor penggerak birokrasi yang netral, kini justru dicurigai sebagai alat politik untuk mengamankan kepentingan pihak tertentu. Jika dibiarkan, Sumenep bukan lagi milik warga, tapi milik mereka yang punya kuasa di balik layar.
Hingga berita ini diturunkan, publik masih menunggu apakah "Matahari Kembar" ini akan terus membakar birokrasi dari dalam, ataukah ada keberanian dari pucuk pimpinan untuk kembali ke jalur transparansi yang sebenarnya.
Kita lihat saja kemana arah pemerintahan kembar matahari ini berjalan. dan Siapa Nantinya yang Lebih Berkuasa Sekda Atau Bupati?
(R. M Hendra)
