Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Rapuh di Balik Pilar | Menyoal Integritas Konstruksi Gedung KDMP Marengan Daya

Senin, April 27, 2026, 14:27 WIB Last Updated 2026-04-27T08:11:53Z

 


Sumenep, Kompasone com - Aroma tak sedap tercium dari proyek Pembangunan Gedung Kawasan Desa Mandiri Pangan (KDMP) di Jl. Kyai Bustami Waji, Marengan Daya, Kecamatan Kota Sumenep. Bukannya menjadi proyek percontohan yang kokoh, konstruksi gedung ini justru terlihat bak "lelucon" teknik sipil yang membahayakan nyawa.


Hasil pantauan di lapangan menunjukkan Kegagalan fatal pada struktur utama bangunan. Besi tulangan yang digunakan dalam satu tiang pilar ditemukan memiliki ukuran yang tidak seragam (belang-belang).


Dalam dunia konstruksi, ketidaksamaan diameter besi dalam satu kolom struktur adalah pelanggaran serius terhadap standar distribusi beban yang bisa berakibat pada kegagalan struktur permanen.


Rasyid Nadyin, aktivis pemerhati kebijakan publik sekaligus putra daerah Sumenep, melontarkan kritik tajam saat meninjau lokasi. Ia menilai pelaksana proyek seakan bermain "petak umpet" dengan standar kualitas.


"Papan informasi proyek tidak dipasang? Di Sumenep itu sudah dianggap lumrah walau salah secara regulasi. Tapi kalau material bangunan sudah dikurangi kualitasnya, itu keterlaluan. Ini gedung untuk rakyat, bukan kandang ternak!" tegas Rasyid.


Rasyid menekankan bahwa fondasi dan tiang pilar adalah harga mati dalam sebuah bangunan. Penggunaan material yang tidak standar dan tenaga kerja yang diduga tidak profesional hanya akan meninggalkan kesan buruk dan bangunan yang cepat retak.


Poin-Poin Bobroknya Proyek KDMP Marengan Daya yaitu


Ukuran besi dalam satu pilar penyangga tidak seragam, mengancam kestabilan gedung.


Tidak adanya papan informasi proyek (PIP) di lokasi, menutup celah pengawasan masyarakat.


Pembangunan terkesan terburu-buru tanpa mengindahkan estetika dan kekuatan jangka panjang.


Dana yang digunakan adalah uang rakyat, namun hasil di lapangan jauh dari spesifikasi teknis yang seharusnya.


Lebih lanjut, Rasyid mengingatkan para pelaksana proyek bahwa anggaran yang mereka kelola bersumber dari pajak rakyat, bukan hasil rampasan atau dana hibah tanpa tanggung jawab.


"Saya mendukung penuh program pemerintah untuk memajukan ekonomi desa melalui KDMP. Tapi tolong, pelaksana jangan main-main! Jangan sampai gedung ini baru seumur jagung sudah ambruk dan mencelakai karyawan yang bekerja di dalamnya," tambahnya dengan nada getir.


Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana pembangunan Gedung KDMP Marengan Daya belum memberikan klarifikasi resmi terkait penggunaan material "gado-gado" pada struktur tiang bangunan tersebut.


Jika praktik konstruksi "asal berdiri" ini terus dilanjutkan, masyarakat mendesak dinas terkait untuk segera melakukan audit teknis sebelum jatuh korban jiwa.


(R. M Hendra)

Iklan

iklan