Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Pembangunan Kandang Ayam Petelur Desa Kuwala Sempang Sampai Saat ini Belum Siap

Selasa, Maret 03, 2026, 11:17 WIB Last Updated 2026-03-03T04:18:18Z

Bintan, kompasone.com - Pembangunan kandang ayam petelur yang terletak di Desa Kuwala Sempang, RT 001 RW 004, Kecamatan Seri Kuwala Lobam, tak kunjung selesai. Padahal proyek ini dilaksanakan sejak Juli 2025. Di sinyalir dana pembangunannya yang bersumber dari dana desa di alihkan sebagiannya untuk membangun rumah kepala desa. Sehingga kandang ayam petelur itu sampai saat ini belum jadi.


Beberapa minggu yang lalu awak media kompasone.com menanyakan kepada Kepala Desa M. Hatta, ia mengatakan  pembangunan nya itu secara bertahap, tidak bisa sekaligus diambil Dana Desa nya.


Pembangunan kandang ayam petelur ini di mulai pada tgl 31 juli 2025 sampai saat ini tahun 2026, baru mengerjakan sekat-sekat tempat ayam nya.

"Tapi kami tetap melanjutkan terus atas pembangunan kandang ayam ini," ujarnya.


Pada waktu media kompasone.com kembali hendak menjumpai Kepala Desa M. Hatta pada hari Jumat (27/2) pukul 10.23 wib pagi, M. Hatta tidak ada di kantor.


Saat di tanyakan salah seorang pegawai di situ, ia mengatakan lagi mengikuti acara di hotel Aston dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Bintan, untuk mempersiapkan atas kegiatan di desa masing masing, yang mana dalam membuat suatu kegiatan harus sudah siap semuanya.


Awak media kompasone.com juga menjumpai Kasi untuk memperoleh informasi soal kegiatan pembuatan kandang ayam petelur ini. Salah seorang Kasi, sebut saja Ujang, ia mengatakan, pembuatan kandang ayam petelor itu tiga tahap memakainya, pertama anggaran itu di pakai sebesar, Rp69.583.480.

Tahap ke dua sebesar Rp63.322.150, dan tahap ketiga sebesar Rp6.261.330, anggaran di pakai pada tahun2025.


Ujang menambahkan, di tahun 2026 ini untuk pemakaian anggaran melanjutkan atas pekerjaan kandang ayam petelur ini belum ada, mungkin kepala desa sedang mengajukannya.


Salah seorang warga Ali kepada media ini mengatakan kalaupun kandang ayam petelur itu siap, ia menilai tidak bisa bertahan lama. Menurutnya, lantaran itu semua banyak mengeluarkan dana,mulai dari makannya, suntikannya,u pah orang yang kerja di kandang ayam itu, dan belum yang lainnya.


"Ini saya bisa jamin tak kan bisa berjalan terus atas kandang ayam petelur ini di jalankan," ujarnya.


Ali menambahkan, filihat dari pengelolaan saja sudah mengandalkan dana desa terus, di tambah pula SDM para pengelola dan para pekerja di lapangan tak menguasai di bidang peternakan.


"Ini kalau saya pikir dengan logika saya saja, adalah proyek main main, untuk bisa mengambil dana desa itu untuk ke kantong keruh kepala desa dan perangkat yang terlibat di dalam proyek kandang ayam petelur itu," pungkas Ali.

(Perwakilan Kepri, Handoko).

Iklan

iklan