Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Sumenep Merajut Ekonomi Sirkular | Transisi Nyata Persoalan Sampah Menuju Energi Alternatif Ramah Lingkungan

Jumat, November 07, 2025, 08:43 WIB Last Updated 2025-11-07T01:44:08Z

Sumenep, Kompasone.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menunjukkan lompatan progresif dalam tata kelola lingkungan hidup. Tak berhenti pada sebatas formalitas perjanjian, Pemkab Sumenep melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pada Kamis (06/11/2025) secara resmi meluncurkan babak baru kemitraan strategis dengan PT Solusi Bangun Indonesia (SBI), ditandai dengan pengiriman perdana Refuse Derived Fuel (RDF) seberat 24,1 ton hasil olahan sampah domestik.


Langkah konkret ini bukan sekadar penanggulangan, melainkan sebuah transformasi paradigmatik, memosisikan limbah sebagai komoditas bernilai ekonomis dan sumber energi alternatif yang berkelanjutan.


Wakil Bupati Sumenep, K.H. Imam Hasyim, menggarisbawahi momentum ini sebagai manifestasi dari ikhtiar kolektif pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam merespons isu krusial lingkungan. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan pondasi esensial bagi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sumenep.


“Tidak ada yang mustahil kalau kita mau berikhtiar. Kerja sama ini bukan hanya soal pengelolaan sampah, tetapi juga bagian dari pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sumenep,” ujar Wabup Imam Hasyim, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor.


Lebih lanjut, Wabup Imam Hasyim memberikan penekanan khusus pada ekspansi cakupan solusi. Beliau menginstruksikan Plt Kepala DLH agar mitigasi persoalan sampah tidak hanya terpusat di wilayah daratan, melainkan harus diprioritaskan pula pada daerah kepulauan, yang menghadapi tantangan lingkungan serupa dan menuntut intervensi nyata.


Di sisi korporasi, Direktur Operasional PT Solusi Bangun Indonesia (SBI), Edi Sarwono, mengapresiasi kerja sama ini sebagai langkah besar menuju industrialisasi hijau yang etis dan ramah lingkungan.


“Jika dahulu sampah identik dengan sesuatu yang kotor dan menjijikkan, kini sampah justru memberi manfaat substansial. RDF ini membuktikan bahwa sampah dapat bertransformasi menjadi sumber energi alternatif yang terbarukan,” jelas Edi Sarwono.


Menurutnya, kolaborasi ini berfungsi sebagai benchmarking positif antara otoritas daerah dan sektor industri dalam memperkuat manajemen limbah, secara simultan menekan emisi karbon, sekaligus mendukung transisi energi berkelanjutan di sektor manufaktur. Dalam proses produksi semen, RDF berperan vital sebagai bahan bakar substitusi, secara efektif membantu PT SBI mereduksi jejak karbon dan volume timbunan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)


Pengiriman perdana 24,1 ton RDF ini menegaskan komitmen Pemkab Sumenep untuk menjadikan program RDF sebagai model pengelolaan sampah terpadu. Model ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai problem solver isu lingkungan, tetapi juga sebagai katalisator penciptaan nilai tambah ekonomi dan penguatan ketahanan energi domestik.


(R. M Hendra)

Iklan

iklan