Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Tim Peduli Bencana Alam Distrik Pronggoli Buka Posko Kemanusiaan di Dekai

Kamis, Februari 26, 2026, 02:16 WIB Last Updated 2026-02-25T19:16:40Z

Dekai-Yahukimo, kompasone.com – Tim Peduli Bencana Alam di Dua kampung Sibikma dan Pronggoli di distrik Pronggoli membuka posko kemanusiaan di ibu kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Rabu (25/2/2026) pukul 18.00 WIT. Posko tersebut berlokasi di pemukiman Jalan Balim, Dekai.


Pembukaan posko dilakukan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Yahukimo, Enos Pahabol, pimpinan tingkat distrik dan kota asal Distrik Pronggoli, delapan kepala kampung, serta masyarakat umum dari Distrik Pronggoli.


Musibah tanah longsor terjadi di Kampung Wibikma dan Kampung Pronggoli, Distrik Pronggoli. Bencana tersebut menghanyutkan kantor kampung, puluhan rumah warga, harta benda, serta hewan ternak milik masyarakat.


Enos Pahabol menyampaikan bahwa lokasi longsor merupakan pusat permukiman masyarakat yang selama ini dianggap aman dari bencana serupa.


“Longsor di Pronggoli ini berbeda dengan tempat lain. Ini wilayah yang sebelumnya tidak pernah diperkirakan terjadi bencana seperti ini. Namun kami menerima ini sebagai sebuah cobaan,” ujarnya.


Ia menegaskan bahwa pembukaan posko kemanusiaan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak. Ia juga mengajak semua pihak untuk turut membantu sesama yang sedang menghadapi musibah.


“Kami berharap semua pihak, baik pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat, dapat melihat dan mendengar kejadian ini serta menjadikannya perhatian serius,” tambahnya.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Yahukimo, khususnya Bupati dan Wakil Bupati, atas respons cepat terhadap bencana yang melanda Distrik Pronggoli.


Ketua Tim Peduli Bencana, Meki Asso, menjelaskan bahwa Intensitas hujan yang turun sejak 18 Februari lalu membuat dua desa di Distrik Pronggoli nyaris hilang tersapu longsor.Meski tak ada korban jiwa namun banyak rumah dan harta benda milik warga setempat terbawa material longsoran.


Setelah mendengar informasi ini pihaknya langsung bergerak mencari informasi longsor di dua kampung tersebut untuk memastikan kebenaran kejadian, benar adanya terjadi.


"Berdasarkan data sementara di lapangan, hanyut arus longsor yang tercatat antara lain:

Honai laki-laki 7 Rumah, Kantor desa 2 unit, Honai perempuan/rumah warga 73, Rumah seng 10 unit dan Harta benda dan isi rumah: belum terhitung secara valid" jelasnya.


Data lengkap akan disampaikan setelah tim yang masih berada di tempat longsor setelah kembali ke Dekai. 


"Saat ini, masyarakat dari dua kampung terdampak sangat membutuhkan bantuan berupa Makanan dan minuman, Pakaian, Peralatan tidur, Kebutuhan dasar lainnya". Ungkapnya


Tim juga meminta dukungan dari berbagai pihak, termasuk pengurus Anpropako Cabang Yahukimo, untuk mengawal kerja sama kemanusiaan ke depan. Sembilan distrik wilayah Yali Mek diharapkan turut menyuarakan dan memperjuangkan kepada pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat agar hal ini bisa mendengar dan menangani secara serius.


*Aliknoe*

Iklan

iklan