Yahukimo, kompasone.com - Pemerintah kabupaten Yahukimo melalui Asisten II bidang perekonomian, Bongka Sumule menyerahkan bantuan bahan makanan berupa beras sebanyak 1 ton kepada Kepala Distrik Panggema, Otopius Menggaruk, sebagai upaya penanganan kelaparan dan wabah penyakit yang melanda masyarakat di wilayah Hutkimo.
Bantuan tersebut diberikan menyusul situasi darurat kesehatan yang menyebabkan 21 orang meninggal dunia di wilayah Hutkimo. Wilayah Hutkimo mencakup 7 gereja dan 13 kampung, yang tersebar di beberapa distrik dan kabupaten. Empat kampung berada di Distrik Panggema dan dua kampung di Distrik Pronggoli, Kabupaten Yahukimo. Sementara tujuh kampung lainnya berada di Distrik Welarek, Kabupaten Yalimo.
Kepala Puskesmas Panggema, Albertina Ilintamon, melaporkan bahwa penyakit yang dominan menyerang masyarakat adalah Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) seperti batuk, pilek, dan beringus, serta pneumonia. Penyakit tersebut memicu peningkatan kasus sakit berat hingga berujung pada kematian.
Tim medis dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Panggema telah melakukan pelayanan pengobatan selama tiga hari di Hutkimo. Namun, kondisi medan dan keterbatasan fasilitas kesehatan menjadi tantangan dalam penanganan pasien.
“Harus ada upaya pelayanan yang lebih serius dari semua pihak, terutama dari Tim Medis berkerja sama dengan Kampi Pihak Puskesmas Panggema untuk menyelamatkan masyarakat yang sedang sakit di wilayah tersebut,” harapnya Albertina saat pert
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Distrik Panggema, Otopius Menggaruk, melakukan konsultasi, koordinasi, dan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Yahukimo dan merespons cepat dengan memberikan bantuan beras 1 ton upaya penanganan mengatasi kelaparan Masyarakat HUTKIMO.
Otopius juga membangun koordinasi internal bersama empat kepala kampung di wilayah adat Hutkimo Distrik Panggema. Bantuan beras telah diantar dan diserahkan kepada masyarakat Hutkimo di Kampung Tonggoy dan Kampung Kemumanggen, dengan dukungan transportasi pesawat menuju Hutkimo dari dua kampung tersebut.
Ia menyampaikan bahwa distribusi bantuan Bama dan lainnya menghadapi kendala transportasi. Stok beras sebenarnya dapat diangkut menggunakan dua pesawat, namun situasi tidak memungkinkan, sehingga bantuan yang tersedia diupayakan untuk tetap sampai kepada masyarakat nanti.
Sementara itu, masyarakat dari tujuh kampung di Distrik Welarek, Kabupaten Yalimo, menyampaikan bahwa mereka dari tujuh kampung yang menghadapi sakit penyakit dari 4 kampung menyuarakan mereka belum mendapatkan pelayanan kesehatan dari pihak Puskesmas maupun pemerintah setempat. Mereka meminta keseriusan pemerintah daerah dan pimpinan wilayah untuk menangani wabah ini secara kemanusiaan.
Yehuda Aliknoe, perwakilan masyarakat Hutkimo, menyampaikan bahwa hingga kini jumlah korban meninggal telah mencapai 22 orang dan kasus sakit terus meningkat. Ia berharap pemerintah Kabupaten Yahukimo maupun Yalimo, termasuk dinas kesehatan, segera mengambil langkah konkret .
“Kami sangat berharap pemerintah membantu menyelamatkan masyarakat yang sedang sakit. Di Hutkimo belum ada puskesmas atau pos pelayanan kesehatan, sehingga pelayanan kesehatan sangat sulit diakses,” ungkapnya.
Masyarakat juga meminta agar pemerintah membangun Polindes atau Posyandu di wilayah Hutkimo agar 7 gereja dan 14 kampung dapat memperoleh layanan kesehatan yang memadai. Selain wabah penyakit, masyarakat juga menghadapi kelaparan berkepanjangan akibat situasi duka dan keterbatasan aktivitas berkebun.
Usai penyaluran beras dan sembako lainnya kepala distrik bersama masyarakat Hutkimo menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Yahukimo, dalam hal ini Bupati dan wakil Bupati, Sekda Asisten I, Kadis Ketahanan Pangan, Kadis Kesehatan Kabupaten Yahukimo,
kepala Puskesmas Panggema, yang terlibat langsung berkontribusi upaya penanganan wabah ini.
"Aliknoe"
