Sumenep, Kompasone.com - Waduh, Sumenep lagi nggak baik-baik saja nih. Sepertinya kursi empuk di kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep perlu dicek lagi konstruksinya. Di bawah kepemimpinan Moh. Iksan, instansi ini bukannya jadi tameng buat para pahlawan tanpa tanda jasa, eh malah kelihatan letoy kayak jembatan bambu yang mau ambruk.
Dinas Pendidikan Sumenep saat ini ibarat jembatan rapuh yang cuma bisa nonton saat anggotanya diinjak-injak. Kasus terbaru benar-benar menguji nyali mereka.
Seorang guru P3K paruh waktu di SD Palasa, Kecamatan Talango sebut saja namanya Kelsi mengalami nasib yang lebih buruk dari film horor.
Bukannya fokus mengajar, Kelsi malah terjebak dalam lingkaran setan intimidasi mantan suaminya, Paijo, pria asal Kangean yang saat ini kabarnya lagi "ngumpet" di Malaysia.
Paijo ini nggak main-main gilanya. Dia mengancam bakal menghabisi Kelsi dan anaknya, lalu berniat bunuh diri. Karena ketakutan setengah mati, Kelsi terpaksa nurut melakukan Video Call Sex (VCS) demi nyawa.
Bukannya puas, video itu malah disebar sama si Paijo ke media sosial. Benar-benar nggak punya moral!.
Kelsi sudah lari minta perlindungan ke Polres Sumenep sejak 9 Februari 2026. Dia merasa hancur, harga dirinya diinjak-injak, tapi keamanan nyawanya masih di ujung tanduk.
Sementara itu, Akhmad Fairusi (Kabid GTK Disdik Sumenep) cuma bisa membenarkan kalau Kelsi memang sudah lama menderita saat masih status nikah siri sama Paijo. Pertanyaannya, Terus action-nya apa? Masa cuma bisa jadi penonton yang prihatin?
Si King Paijo ini juga makin "aktif" di TikTok. Lewat akunnya, dia koar-koar soal cinta mati ke Kelsi. Tapi cintanya ini bau amis darah.
"Siapa pun yang mengganggu Kelsi akan saya bantai. Siapa pun yang berani menikahi dia, bakal saya habisi!"
Logika dari mana coba? Katanya cinta, tapi malah nyebarin video asusila dan ngancem mau ngebunuh. Itu mah bukan cinta, itu sakit jiwa!
Kalau Disdik Sumenep tetap diam dan nggak bisa kasih perlindungan nyata buat gurunya yang jadi korban KDRT dan Revenge Porn begini, mending logonya diganti jadi jembatan rusak aja.
Guru itu mendidik generasi bangsa, gimana mau fokus kalau nyawanya tiap hari diincar psikopat?
(R. M Hendra)
