TAPUT, kompasone.com - Polri menurunkan unit anjing pelacak K-9 untuk mempercepat pencarian korban longsor di Sibalanga Jae, Desa Sibalanga, Kecamatan Adian Koting, Tapanuli Utara, Sabtu (29/11).
Pencarian memasuki hari kelima sejak longsor besar menimbun sejumlah rumah warga pada awal pekan.
Puluhan personel Direktorat Samapta Polda Sumut menyisir lokasi reruntuhan dipimpin pawang Brigadir Nivandri Tarigan dan Bripda Mikael Simamora.
Pantauan kompasone, Tim K-9 memetakan radius penciuman dan mengarahkan anjing ke titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi tertimbunnya korban.
Hingga siang, tujuh korban berjenis kelamin perempuan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Proses evakuasi dilakukan menggunakan jalur khusus yang dibuka dengan bantuan alat berat.
“Kami tidak menghentikan pencarian. Operasi terus diperluas hingga seluruh korban berhasil ditemukan,” ujar Wakapolres Taput Kompol SP Anak Ampun di lokasi, didampingi Kasat Reskrim AKP Arifin Purba.
Petugas gabungan TNI–Polri, BPBD, dan relawan tetap bekerja di bawah kondisi tanah yang labil dan potensi longsor susulan.
Alat berat dikerahkan untuk membuka timbunan material terdalam dan memberikan ruang gerak lebih luas bagi tim K-9.
Pihak kepolisian meminta warga dan keluarga korban menjaga jarak aman dari lokasi pencarian mengingat medan yang masih berisiko.
Operasi pencarian dijadwalkan berlanjut hingga seluruh titik yang teridentifikasi selesai disisir.
(Bernat L Gaol)
