Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Polisi Dampingi Kelompok Wanita Tani Wujudkan Ketahanan Pangan di Probolinggo

Kamis, Februari 06, 2025, 14:02 WIB Last Updated 2025-02-06T07:02:47Z


Probolinggo, Kompasone.com – Kepolisian menunjukkan kepeduliannya terhadap program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah dengan mendampingi Kelompok Wanita Tani (KWT) El Wardah di Kota Probolinggo.


Kelompok yang berlokasi di Jl. Citarum, Perumahan Gabriella Blok V-1 ini beranggotakan 25 orang dan mengelola Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di atas lahan kosong seluas 91 meter persegi.


Berbagai jenis sayuran telah ditanam di lahan tersebut sebagai upaya menciptakan kemandirian pangan di tingkat lokal.


Bhabinkamtibmas Kelurahan Curahgrinting, Brigpol Addiz Trihadma, menjelaskan bahwa pendampingan ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan kegiatan ketahanan pangan berbasis masyarakat.


"Tujuan utamanya adalah menciptakan ketahanan pangan yang mandiri di tingkat kelurahan serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan lahan," ujarnya, Kamis (6/2).


Selain mendampingi, kepolisian juga mengajak masyarakat sekitar untuk turut serta dalam program ini. Salah satu bentuk dukungan nyata adalah pemberian lima polybag dan bibit tanaman seperti sawi dan cabai kepada warga.


“Saat ini sudah ada 25 kepala keluarga dari 176 yang menanam sayuran menggunakan polybag. Sedangkan warga lain masih menunggu hasil panen dari P2L,” tambahnya.


Antusiasme masyarakat terhadap program ini semakin meningkat. Bahkan, seorang warga menyumbangkan satu pickup tanah subur untuk mendukung pertumbuhan tanaman.


Penanggung jawab P2L El Wardah, Sri Sundari, menuturkan bahwa kebun ini menjadi salah satu program unggulan dalam memberdayakan perempuan agar lebih produktif dan mandiri.


“Hasil dari P2L ini, 60 persen diberikan kepada warga sekitar, terutama bayi stunting, ibu hamil, dan ibu nifas,” jelasnya.


Jika panen melimpah, hasilnya juga dibagikan kepada warga Kelurahan Curahgrinting dalam bentuk sayur-sayuran.


Sisa hasil panen lainnya, 20 persen dibagikan kepada anggota kelompok, sementara 20 persen lagi digunakan untuk pemeliharaan, seperti pembelian bibit, pupuk, dan obat-obatan.


Melalui pendampingan ini, diharapkan semakin banyak warga yang tergerak untuk memanfaatkan lahan kosong di sekitar mereka guna menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan.


Muh

Iklan

iklan