Pasuruan, Kompasone.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto, kini menjadi perhatian di Pasuruan. Program yang diperuntukkan bagi siswa, ibu hamil, dan lansia ini dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan melibatkan berbagai pihak, termasuk pengusaha catering dan rumah makan. Namun, di tengah persiapan pelaksanaan, muncul dugaan penipuan berkedok tender proyek MBG.
Di wilayah Pasuruan Raya, program ini masih dalam tahap pembangunan dapur umum di satu titik. Namun, sejumlah pihak melaporkan adanya modus penipuan, di mana oknum tertentu mengaku sebagai utusan pemenang tender MBG. Mereka berasal dari perusahaan bernama Halal Bergizi (Halberk) dan mengklaim dapat memberikan rekomendasi tender tanpa prosedur resmi.
Berdasarkan penelusuran awak media, para korban yang ingin mendapatkan proyek MBG diminta membayar sejumlah uang, yakni Rp1,4 juta plus Rp600 ribu sebagai biaya awal, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB). Tidak hanya itu, korban juga dijanjikan proyek di 25 kecamatan Kota dan Kabupaten Pasuruan, dengan syarat harus menyediakan anggaran tambahan untuk pertemuan, transportasi, hotel, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Ketua DPD Jatim Jawapes, Cak Kaji, yang juga seorang aktivis, mengungkapkan kecurigaannya terkait praktik ini. "Beberapa korban mengaku tidak memiliki pengalaman di bidang catering atau izin usaha rumah makan, tetapi ditawari proyek besar. Padahal, seleksi resmi sangat ketat dan harus dilakukan melalui situs resmi BGN, dengan syarat legalitas lengkap," ujar Cak Kaji.
Atas dasar kecurigaan tersebut, Cak Kaji melaporkan kasus ini kepada Pasi Intel Kodim 0819/Pasuruan, karena nama Kodim disebut-sebut dalam proses rekrutmen ilegal tersebut. Menindaklanjuti laporan ini, Kapten Czi Dimas Yulianto, Pasi Intel Kodim 0819/Pasuruan, bersama enam anggota unit intel dan dua anggota provost, langsung turun ke lokasi yang diduga menjadi tempat sosialisasi ilegal, yaitu Rumah Makan Waroeng Kampoeng Gedhang, Kecamatan Kraton, Pasuruan.
Setelah melakukan pengecekan, Kapten Dimas memastikan bahwa kegiatan tersebut tidak resmi. "Saya sudah konfirmasi dengan tim BGN Pasuruan, dan mereka menyatakan bahwa tidak ada kegiatan sosialisasi atau Bimtek Catering dalam rangka program MBG di Pasuruan dan Malang," tegasnya.
Di hadapan peserta yang hadir dalam acara tersebut, Kapten Dimas juga memberikan himbauan agar masyarakat tidak mudah percaya dengan pihak yang mengatasnamakan BGN tanpa melalui prosedur resmi. "Jika ingin menjadi mitra BGN, bisa mendaftar online di situs resmi mitra.bgn.go.id dan tanpa dipungut biaya apa pun," tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar masyarakat selalu berhati-hati terhadap pihak yang menawarkan proyek dengan skema pembayaran di muka. "Jangan ragu untuk melakukan konfirmasi ke Kodim 0819/Pasuruan jika ada hal yang mencurigakan," jelasnya.
Kasus ini telah dilimpahkan ke Polres Pasuruan Kota untuk penyelidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian diminta untuk menindaklanjuti laporan ini secara intensif agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak semakin banyak warga yang menjadi korban.
Dengan adanya temuan ini, diharapkan masyarakat lebih waspada dan hanya mempercayai informasi resmi dari pihak berwenang terkait program Makan Bergizi Gratis yang diinisiasi oleh pemerintah.
Muh
