Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Bripka (Purn) Seladi: Polisi Berintegritas yang Mengajarkan Kejujuran Melalui Pekerjaan Sederhana dan Tangguh

Selasa, Desember 10, 2024, 10:39 WIB Last Updated 2024-12-10T03:39:51Z


Malang, Kompasone.com – Di tengah sorotan publik terhadap integritas aparat penegak hukum, Bripka (Purn) Seladi muncul sebagai sosok yang layak dijadikan panutan. Sosok pensiunan anggota Polres Malang Kota Polda Jatim ini telah mengukir kisah hidup yang jauh dari citra negatif yang seringkali melekat pada institusi kepolisian. 


Seladi adalah contoh nyata bahwa integritas, kejujuran, dan kerja keras adalah prinsip yang tetap bisa dipertahankan, bahkan dalam kondisi yang menantang sekalipun.


Selama 16 tahun bertugas di bagian pelayanan SIM, Bripka Seladi dikenal sebagai sosok yang tak pernah tergoda untuk menerima suap, sekecil apa pun bentuknya. 


Ia memilih jalan hidup yang sederhana dan bermartabat, menolak pemberian seperti kopi dari pemohon SIM, meskipun itu sering terjadi di lingkungan kerjanya.


Pada saat ia masih aktif berdinas, Seladi juga menjalani peran ganda, yaitu sebagai seorang polisi sekaligus pengelola sampah. Keputusan untuk menjalankan usaha sampah ini di luar jam dinas bukanlah tanpa alasan. Dengan tekad kuat, ia mendirikan gudang sampah di Jalan Dr. Wahidin, Kecamatan Klojen, Kota Malang, yang letaknya tak jauh dari tempat ia bertugas.


Di gudang tersebut, ia memilah sampah bersama anaknya, Rizal Dimas, yang kini juga menjadi anggota Polri berdinas di Polairud Polda Jatim. Seladi tak pernah merasa rendah diri meskipun harus berurusan dengan sampah setiap hari. "Ini pekerjaan halal, dan saya ikhlas melakukannya," kata Seladi dengan penuh keyakinan.


Dalam menjalankan usaha daur ulang tersebut, Seladi tak hanya melakukannya sebagai pekerjaan sampingan, namun ia melakukannya dengan penuh ketekunan dan rasa tanggung jawab. Sebelumnya, ia memulung dengan sepeda ontel untuk mengumpulkan sampah yang kemudian dipilah dan dijual. Hasil dari pekerjaan ini meskipun tidak besar—sekitar Rp25.000 hingga Rp50.000 per hari—tetap mampu memberikan tambahan penghasilan untuk keluarganya.


Bripka Seladi juga dikenal karena prinsipnya yang teguh dalam menolak segala bentuk gratifikasi, baik itu uang atau hadiah. 


“Kalau ada yang mencoba memberi sesuatu, saya suruh anak saya untuk mengembalikan. Saya tidak mau uang itu, karena hidup saya harus bersih,” ujar Seladi dengan tegas. Prinsip ini tidak hanya berlaku untuk dirinya sendiri, tetapi juga ditanamkan kepada keluarganya, terutama kepada anaknya, Rizal Dimas.


Rizal, yang juga turut membantu memilah sampah bersama ayahnya, merasa bangga dengan sikap yang diajarkan ayahnya. "Saya bangga dengan ayah yang mengajarkan kerja keras dan kejujuran. Pekerjaan memilah sampah ini halal, dan saya tidak malu melakukannya," ungkap Rizal. Meski harus menempuh perjalanan panjang dan tiga kali gagal dalam seleksi kepolisian, Rizal akhirnya berhasil lolos dan mengikuti jejak sang ayah untuk menjadi polisi yang jujur.


Seladi memang selalu menjalankan dua perannya dengan penuh tanggung jawab. Setelah bertugas sebagai polisi dari pagi hingga sore, ia langsung melanjutkan aktivitas memilah sampah di gudangnya. Meskipun seringkali tugas tambahan seperti pengamanan acara membuatnya harus meninggalkan gudang sampah, Seladi tetap menunjukkan dedikasinya pada kedua profesinya.


Sebagai seorang polisi, Seladi tetap menjaga integritasnya meskipun berada di tengah banyaknya godaan dan tekanan moral. Ia tak pernah merasa risih atau malu dengan profesinya sebagai pengelola sampah, karena ia tahu bahwa pekerjaan tersebut adalah pekerjaan halal dan penuh nilai positif. "Kalau ada yang mencibir saya sebagai polisi yang juga tukang rongsokan, saya jawab: saya bisa jadi seperti kamu, tapi apakah kamu bisa seperti saya?" tegasnya, menyatakan keyakinan pada prinsip hidup yang dipegangnya.


Di tengah tantangan moral yang kerap dihadapi oleh banyak institusi, termasuk kepolisian, Seladi membuktikan bahwa integritas dan kerja keras bisa berjalan beriringan. Dalam dirinya, banyak yang melihat contoh nyata bahwa kejujuran masih menjadi nilai yang bisa dijaga dan diterapkan, meskipun dalam situasi yang penuh tantangan.


Bagi Bripka Seladi, hidup dengan prinsip yang benar adalah sebuah pilihan, dan ia merasa bahwa pilihan tersebut membawa kebahagiaan yang lebih bermakna daripada segala bentuk kemewahan yang bisa didapatkan dengan cara yang tidak benar. Dengan keteguhan hati dan keberaniannya menjalani hidup yang sederhana, ia telah menginspirasi banyak orang, baik di dalam maupun di luar dunia kepolisian.


Kini, meski telah pensiun, Seladi tetap menjadi teladan bagi banyak orang. Terutama bagi generasi muda, yang dapat melihat bahwa menjadi sukses tidak harus selalu diukur dengan kekayaan, tetapi dengan kejujuran dan kerja keras yang dilakukan dengan tulus. Integritas adalah kunci, dan Bripka Seladi adalah buktinya.


Muh

Iklan

iklan