Sumenep, Kompasone.com – Desa Pangarangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, tengah menjadi pusat perhatian. Hal ini tak lepas dari inisiatif besar Kepala Desa Pangarangan, H. Miskun Legiyono S.E yang tengah membangun pasar modern di wilayahnya. Proyek ambisius ini pun berhasil menyita perhatian berbagai kalangan, baik di tingkat lokal maupun nasional. (19/9/2024)
Dengan luas yang setara lapangan stadion A Yani Panglegur, pasar modern ini dirancang untuk menjadi pusat perekonomian baru di Sumenep. Uniknya, pembangunan tahap awal hingga 40% berhasil diselesaikan dengan mengandalkan tenaga kerja lokal. Keberanian dan ketegasan H. Iyon dalam mengambil keputusan untuk mengalokasikan dana desa guna merealisasikan proyek ini patut diapresiasi.
"Kami optimis pembangunan pasar ini akan selesai pada tahun 2025," ungkap ayah Mbak Cori Nelia Damayanti / H. Iyon. "Selain pertokoan dan los, kami juga akan membangun taman bermain anak-anak dan ratusan kios tambahan."
Para tokoh masyarakat setempat menyambut antusias pembangunan pasar modern ini. Mereka meyakini bahwa keberadaan pasar baru akan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah perkotaan Kecamatan Kota Sumenep.
"Dengan adanya pasar modern ini, kita berharap akan semakin banyak peluang usaha baru yang terbuka," ujar salah seorang tokoh masyarakat. "Selain itu, pasar ini juga akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan."
Pemindahan lokasi pasar dari giling lapangan kerapan sapi ke lokasi yang lebih strategis diharapkan dapat meningkatkan kebersihan dan kenyamanan pengunjung. Selain itu, pembangunan pasar modern ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menata kota dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
H. Iyon, yang dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas dan bertanggung jawab, membuktikan bahwa seorang kepala desa dapat berperan besar dalam memajukan desanya. Keberaniannya dalam mengambil keputusan yang strategis menjadi inspirasi bagi para pemimpin daerah lainnya.
"Sebagai kepala desa, kita tidak hanya harus mengurus urusan pemerintahan sehari-hari, tetapi juga harus memiliki visi yang jauh ke depan," tegas H. Iyon. "Kita harus berani mengambil risiko untuk mewujudkan perubahan yang lebih baik bagi masyarakat."
Keberhasilan Desa Pangarangan dalam membangun pasar modern telah menarik perhatian media nasional. Beberapa media telah meliput langsung proses pembangunan dan mewawancarai H. Iyon. Hal ini semakin membuktikan bahwa inisiatif Desa Pangarangan patut menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia.
(R. M Hendra)
