Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Tidak Transparan Pembangunan Gedung (MAN) Sumenep, Diduga Jadi Bancakan Korupsi

Jumat, Juni 14, 2024, 19:50 WIB Last Updated 2024-06-14T12:50:45Z


Sumenep, Kompasone.com – Pembangunan Gedung Berlantai tersebut merupakan sarana prasarana fasilitas belajar mengajar yang diprogramkan oleh (Kemenag) Kementerian agama dengan menggelontorkan dana yang sangat  Fantastis dengan nilai kontrak 3.401.759.016 miliar. (14/6/2024)


Dengan nilai proyek yang cukup hangat terkadang membuat beberapa rekanan atau oknum yang membidangi yang ada di dalamnya menjadi gelap mata dan menghalalkan segala cara untuk mengeruk keuntungan yang lebih besar dari adanya dana dari pemerintah yang digelontorkan itu.


Hal ini diduga akan menimbulkan banyak kerugian negara yang akhirnya masyarakat sebagai pembayar wajib pajak juga dirugikan, hal ini menjadi sorotan banyak kalangan baik dari kalangan media dan LSM serta dari pengamat dunia pendidikan khususnya di Kabupaten Sumenep.


Seperti yang dimaksut di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kab. Sumenep ini, pembangunan gedung berlantai tersebut ntah disebut budaya atau bebal justru memang minimnya pengawasan dari penyedia proyek bagi para pekerja proyek Pembangunan Gedung RKB SBSN 2024 Man Sumenep dengan nilai kontrak 3.401.759.016 miliar tersebut. Diduga ada aliran ke Kepsek Man sehingga hasil dari pembangunan tersebut Cacat Mutu.


Pembangunan gedung RKB sekolah Man lantai 3 yang ada di Halaman Depan areal Sekolah Man Sumenep. melanggar K3. tidak memakai safety atau alat keselamatan seperti helm, rompi, sepatu khusus dan alat pelindung diri lainnya sesuai yang diatur dalam Undang-Undang No 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dan Undang-Undang (UU) No 1 Tahun 1970.


Setiap perusahaan mutlak / wajib mengutamakan K3. Kemudian sanksinya administrasi, sanksi teguran hingga sanksi pidana seperti yang diamanatkan dalam undang-undang yang berlaku. Dalam setiap pekerjaan baik dalam klasifikasi kecil maupun besar kewajiban pelaksana proyek untuk menerapkan K3.


Proyek Gedung MAN Sumenep sejak awal Disorot Masyarakat dan Aktivis Pemerhati Kebijakan publik. Pasalnya Setelah Kepala Sekolah MAN Sumenep, Hairuddin, S.Pd., M.Pd Oleh Rasyid, Aktivis Pemerhati kebijakan ditanyakan, Siapa dan nomor henphon PPKO.


Dikatakan oleh Haerudin jika saat ini PPKOnya keluar kota dan untuk Nomor Handphonenya saya tidak berani memberikan sebelum mendapat izin dari yang bersangkutan.


Ketidak transparanan Haeruddin dengan menutupi identitas PPKO (Pejabat Penerima Komitmen) menjadi sorotan banyak kalangan baik dari media dan lsm dan masyarakat sekitarnya. Pasalnya, pembangunan gedung Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep yang menghabiskan uang negara yang lumayan cukup besar tersebut terkesan tidak transparan, seakan menutup nutupi sesuatu proyek pembangunan tersebut.


Bahkan ada Beberapa guru yang tidak mau di konfirmasi terkait pembangunan gedung tersebut seakan menyimpan sebuah rahasia misteri yang diduga takut dengan kepala sekolah kalau sampai memberikan statemen yang tak sesuai dengan kepala sekolah.


Menurut Rasyid Nadyin  di tempat terpisah selaku Aktivis pemerhati kebijakan pemerintah dan dunia pendidikan mengatakan, bahwa sangat di sayangkan dengan adanya kejadian seperti itu mas, pembangunan gedung sekolah MAN Kab. Sumenep ini sangat memprihatinkan sekali jika kepala sekolahnya tidak transparan.


"Mungkin takut ketahuan kalau Pembangunan gedung berlantai tersebut diduga dikerjakan dengan sembarangan dan diduga karena adanya aliran dana yang masuk ke ssku Kepala sekolah" ucapnya


"Hal ini sangat membahayakan buat siswa yang sedang belajar di sekolah Man karena menurut saya, jika kepala sekolah memberikan contoh yang kurang baik dengan ketidak transparanan kepala sekolah terhadap masyarakat, hal ini berdampak tidak baik kepada siswa."


" Karena dengan persoalan ini dampak dari ketidak terbukaan yang tidak transparansi kepala sekolah Man, mengajarkan suatu budaya dan contoh yang tidak baik pada siswa yang belajar di sekolah yang sudah berstatus Madrasah Aliyah Negeri."


“Kuat dugaan saya kalau adanya permainan dan pelaksanaan pembangunan gedung miliaran itu dan hal ini sebaiknya ya.. !! di laporkan saja kepada pihak berwajib, dalam hal ini kejaksaan dan kepolisian, diduga karena di sini ada semacam indikasi korupsi Kemenag sumenep, yang diduga ada kaitannya dengan kepsek MAN sehingga berani menutupi informasi kepada kita" tegas Rasyid


Sebelum berita ini dipublikasi. Ketika wartawan Kompas One mengkonfirmasi kepala sekolah untuk menanyakan PPKO dan kontraktor melalui aplikasi whatsappnya terkait temuan temuan yang akan dipertanyakan. Namun disayangkan Kepsek tersebut lagi - lagi tidak mengindahkan Dengan tidak menjawab yang apa yang seharusnya menjadi kewajiban sebagai Pendidik dan panutan sebagai kepala sekolah.14/6/24 19:07


(R. M Hendra)

Iklan

iklan