Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Tradisi Gotong royong Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1445 Hijriah Nankodok Kelurahan tigo koto dibaruah Kota Payakumbuh.

Minggu, Maret 03, 2024, 11:57 WIB Last Updated 2024-03-03T04:57:31Z


Kota Payakumbuh, Kompasone.com -Tradisi merupakan suatu perbuatan atau tindakan yang ada di masyarakat yang di lakukan secara turun temurun dan berkesinambungan yang meliputi budaya, kepercayaan, dan adat. Di Indonesia banyak sekali tradisi-tradisi yang terus dipertahankan terutama tradisi budaya dan adat.  Salah satu tradisi di kota Payakumbuh yang menjadi sebuah kebiasaan dan budaya masyarakat Payakumbuh adalah gotong royong (Minggu/03/03/2024).


Gotong royong merupakan salah satu tradisi budaya yang sangat iconik di Indonesia, hal ini di buktikan bahwasanya gotong royong menjadi nilai dalam ideologi Pancasila yakni sila yang ke empat. Maka oleh sebab itu budaya gotong royong ini menjadi sebuah nilai penting yang memang di implementasikan oleh masyarakat Indonesia sebagai sebuah wujud dalam menjunjung nilai nilai Ideologi pancasila. Oleh sebab itu hampir di seluruh Indonesia gotong royong menjadi sebuah tradisi yang membudaya.



Wujud Implementasi dari gotong royong sendiri sangat luas seperti bermusyawarah, amal bakti, dan lain sebagainya. Karna memang budaya gotong royong sendiri memiliki karakteristik nilai kebersamaan, kemanusiaan, saling membantu dan ber nilai luhur. Gotong royong sendiri di lakukan oleh masyarakat Inonesia hampir di seluruh wilayah Indonesia. Salah satu wilayah yang juga menjadikan gotong royong sebagai sebuah tradisi yaitu kota Payakumbuh begitupun warga Nankodok di kelurahan Tigo koto dibaruah, kecamatan Payakumbuh Utara,  kota Payakumbuh.



Masyarakat nankodok menjadikan gotong royong sebagai sebuah tradisi yang sering dilakukan terutama ketika menyambut bulan suci Ramadhan. Sebenarnya kegiatan gotong royong juga dilakukan di waktu waktu lain akan tetapi ketika bulan ramadhan akan datang biasanya masarakat di nankodok selalu melakukan gotong royong dalam membersihkan kawasan Pandam perkuburan umum, maupun pemakaman keluarga. Hal ini menjadi semacam tradisi sedehana yang mana masyarakat bersama sama dalam membersihkan fasilitas-fasilitas umum untung kenyamanan ketika bulan Ramadhan datang. Kegiatan gotong royong yang sederhana ini menjadi tradisi yang membudaya dan terus dipertahankan sampai sekarang oleh masyarakat Tigo koto dibaruh.


Dalam teknis pelaksanaan nya sendiri biasanya ketika kegiatan gotong royong akan dilakukan di wilayah ini masyarakat akan di komandoi oleh ketua LPM, RT/RW dan pengurus masjid sekitar. Biasanya kegiatan Gotong royong dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan ini dilakukan 10 hari atau satu Minggu sebelum bulan ramadhan datang dan dilaksanakan pada hari minggu. Masyarakat akan fakum terlebih dahulu dari kegiatan mereka sehari-hari baik itu berdagang maupun ke kantor. Masyarakat Tigo koto dibaruh nantinya akan bersama sama membersihkan lingkungan dan fasilitas publik yang ada seperti masjid, mushalla, jalan, dan lain sebagainya. Yang uniknya, disini kegiatan ini juga di ikuti oleh ibuk - ibuk yang menyediakan makanan Dan nantinya kegiatan akan ditutup dengan Makan bersama atau makan bajamba.


Kegiatan Gotong royong sendiri nantinya akan berlangsung selama sekitar 2-3 jam mulai dari jam 07.30 sampai 10.30. biasanya ketika kegiatan Gotong royong selesai dilakukan lingkungan perkampungan akan bersih. kondisi seperti inilah nantinya yang menjadi harapan tersendiri sebelum kegiatan dilakukan dengan tujuan kenyaman ketika bulan Ramadhan datang.  


Melihat dari kegiatan gotong royong yang dilakukan ini tentu memiliki banyak manfaat hal hal positif yang memang dapat dirasakan secara langsung. Dapat dilihat keterlibatan seluruh masyarakat ini akan mengandung nilai-nilai kebersamaan dan juga partisipasi masyarakat ini akan menjadi semacam nilai rela berkorban yang tentu dilakukan untuk tujuan bersama yakni kenyamanan dan kebersihan lingkungan.


Dalam perspektif ilmu sosiologi gotong royong sendiri dikatakan menjadi sebuah tindakan sosial, yang mana secara defenisinya tindakan sosial sendiri adalah tindakan yang bersifat subjektif dalam segala perilaku manusia. Gotong royong sendiri merupakan kegiatan yang memang dilakukan atas dasar kesadaran dan kemauan Individu-individu yang nantinya secara bersama sama melakukan sebuah tindakan dalam mencapai tujuan bersaama.


Contoh analisa nya dapat kita lihat gotong royong yang dilakukan oleh masyarakat nankodok. Gotong royong yang dilakukan ini merupakan atas dasar keinginan masing masing individu yang nantinya secara bersama sama melakukan kegiatan gotong royong untuk mencapai tujuan bersama yakni kebersihan lingkungan dan kenyaman ketika bulan Ramadhan datang.


(indra adrismel)

Iklan

iklan