Aceh Tamiang, kompasone.com – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Yayasan Garuda Yaksa Peduli Pangan di Kabupaten Aceh Tamiang dipastikan berjalan dengan standar kebersihan yang ketat. Hal ini disampaikan untuk mengklarifikasi kelayakan fasilitas dapur, pengelolaan limbah, dan area pencucian wadah makan (ompreng).
Kepala Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG), Cut Novi Indriani, S.T., menjelaskan bahwa prosedur pembersihan dapur dilakukan secara menyeluruh setelah proses penyajian makanan selesai.
"Dapur dan tempat cucian ompreng langsung kami bersihkan secara merata. Lantai bagian dalam disiram menggunakan air sabun, disikat, dan dipel hingga berulang kali. Tempat cuci piring juga kami sikat sampai benar-benar bersih," ungkap Cut Novi kepada awak media, Kamis (1/10).
Terkait pengelolaan limbah, pihak yayasan memastikan bahwa filter limbah sudah selesai diperbaiki dan tidak ada masalah sanitasi yang berarti. Fasilitas dapur telah beroperasi dengan normal. Saat ini, area pencucian dan pengeringan wadah makan (ompreng) juga sedang dalam tahap pembangunan fasilitas baru. Tim di dapur kini hanya tinggal menunggu ompreng dijemput dan tiba dari sekolah-sekolah untuk langsung dicuci.
Berdasarkan pantauan langsung tim Kompasone di lokasi dapur SPPG Yayasan Garuda Yaksa Peduli Pangan pada Kamis (1/10), aktivitas berjalan lancar. Para pekerja tampak sedang melakukan persiapan pemorsian makanan dengan tertib sesuai dengan bidang tugas masing-masing.
Koordinator Lapangan (Aslap) yang berada di lokasi menegaskan bahwa seluruh staf bekerja dalam tahap pembersihan dan pemorsian secara terstruktur. Proses ini juga diawasi secara ketat oleh Kepala SPPG, Ahli Gizi, serta Aslap.
Ke depannya, Kepala SPPG dan Ahli Gizi berkomitmen untuk lebih tegas dalam mengawasi kinerja para karyawan dapur MBG guna memastikan kualitas gizi, sanitasi, dan kebersihan hidangan tetap berada pada standar kelayakan tertinggi.
(Klp-N,Raja)

