Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Fasilitas Dapur MBG Yayasan Garuda Yaksa Aceh Tamiang Disorot, Sanitasi Buruk dan Pengelola Bungkam

Rabu, September 30, 2026, 17:20 WIB Last Updated 2026-09-30T10:21:09Z

 


Aceh Tamiang, kompasone.com – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Yayasan Garuda Yaksa Peduli Pangan di Kabupaten Aceh Tamiang menuai sorotan. Fasilitas dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di yayasan tersebut dinilai kurang memperhatikan standar kebersihan dan sanitasi.


Berdasarkan pantauan awak media pada Rabu (30/9), area pencucian piring dan pengeringan wadah makan (ompreng) tampak tidak efektif dan mengeluarkan bau tidak sedap. Selain itu, ruang pemorsian atau tempat penyajian makanan dinilai kurang bersih, terlihat dari para pekerja yang menggunakan alas kaki (sendal) yang kotor di dalam ruangan bersanitasi sensitif tersebut.


Saat awak media mencoba mengonfirmasi temuan ini, Kepala SPPG Yayasan Garuda Yaksa Peduli Pangan, Cut Novi Indriani ST, memilih untuk menghindari wartawan. Ia enggan memberikan keterangan sedikit pun dan memilih berdiam diri di dalam ruangannya.


Sikap tertutup juga ditunjukkan oleh ahli gizi yayasan, Yola Amanda. Saat keluar menemui awak media dan satpam, Yola tidak memberikan tanggapan terkait kondisi dapur. Kecurigaan semakin menguat ketika awak media mencoba memasuki ruang pemorsian makanan untuk mengambil dokumentasi. Yola kedapatan memberikan isyarat kedipan mata kepada satpam agar melarang dan mengunci akses masuk wartawan ke ruangan tersebut.


Tindakan ini memicu dugaan adanya upaya untuk menutupi kondisi sebenarnya di dalam ruang penyajian makanan. Seharusnya, sebagai ahli gizi, Yola Amanda memiliki tanggung jawab penuh untuk mengontrol kebersihan dan kelayakan sanitasi di seluruh area dapur MBG.


Tak hanya masalah sanitasi dapur, pengelolaan limbah fasilitas ini juga bermasalah. Berdasarkan keterangan dan pembuktian dari Nanda, salah seorang petugas keamanan yayasan, sistem penyaringan (filter) limbah sisa makanan operasional MBG ternyata tidak berfungsi sama sekali.


Menanggapi berbagai temuan ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Tamiang didesak untuk segera turun tangan dan menindak tegas dugaan pelanggaran standar kesehatan dan kebersihan di fasilitas tersebut.


 Selain itu, ketua dan pemilik Yayasan Garuda Yaksa Peduli Pangan diharapkan segera melakukan inspeksi mendadak dan mengevaluasi kinerja seluruh jajarannya agar program Makan Bergizi Gratis ini tidak malah membahayakan kesehatan penerimanya.


(Klp-N,Raja)

Iklan

iklan