Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Java Coruption Watch Soroti Coffee Break Kejaksaan Kuningan

Jumat, Oktober 02, 2026, 20:20 WIB Last Updated 2026-10-02T13:20:32Z
Iwan koordinator Java Coruption Watch

Kuningan, kompasone.com - Langkah baru yang diinisiasi oleh Yustiana Engelina Kalangit SH, MH Kejari Kuningan dalam konteks Coffee Break dengan melakukan pertemuan bersama awak media, LSM dan Ormas dengan tujuan untuk sharing, mendengarkan gagasan maupun kritikan terhadap kinerja Kejaksaan Kuningan.


Kajari Kuningan Yustiana,SH, MH didampingi Kasi Intel Alexander Apriyanto, SH, Kasi Tipidum Moh Dzaki,SH, Kasi Tipidsus Dyofa Yudistira, SH menjelaskan bahwa tujuan diselenggarakannya Coffee Break ini untuk mendapatkan masukan, saran bahkan kritikan terhadap kejaksaan Kuningan agar bekerja lebih baik lagi.


Dalam pertemuan tersebut kritikan tajam dilontarkan oleh Ujang Jenggo ketua LMPI kepada jajaran pejabat Kejaksaan Kuningan.


"Kami perlu kejelasan dari kasus yang pernah dilaporkan maupun kasus yang sudah bergulir lama namun belum ada kejelasannya seperti kasus proyek Kuningan caang dan yang lainnya," demikian cuplikan pertanyaan ketua LMPI kepada Kajari dan jajaran pejabat Kejaksaan Kuningan.


Sementara itu Jak ketua AWI Kuningan berharap agar pihak kejaksaan Kuningan rutin adakan jumpa Pers berkaitan dengan kasus yang sedang diperiksa oleh pihak kejaksaan.


Acara Coffee Break yang di gelar di halaman belakang gedung kejaksaan tersebut mendapat sorotan dari Iwan Koordinator Java Coruption Watch.


"Langkah kejaksaan dalam Coffee Break dengan mengundang LSM, Ormas dan Awak Media itu bagus sebagai salah satu langkah strategis bersinergis dengan berbagai element masyarakat. Namun tetap Kejaksaan harus bekerja sesuai tupoksinya sebagai Penegak Hukum dan Kejaksaan tidak boleh di intervensi oleh pihak manapun," ucap Iwan yang dihubungi Arif dari KOMPAS ONE via telpon celular.


Sedangkan Bima ketua LSM GEMPUR lebih menyoroti kinerja kejaksaan yang harus lebih tegas dalam penegakan hukum tanpa pandang bulu.


"Jangan sampai kejaksaan tebang pilih , tumpul ke atas dan tajamnya hanya ke bawah," tegas Bima via telpon celular kepada Arif jurnalis KOMPAS ONE.


liputan :

Arif Rahman

Biro Kuningan Jabar


Iklan

iklan