TAPUT, kompasone.com – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) melalui Dinas Pertanian menyiapkan rehabilitasi 621 hektare lahan sawah terdampak bencana melalui program Kegiatan Rehabilitasi Lahan Sawah APBN TP-LIP Tahun Anggaran 2026.
Program ini mencakup 24 titik lokasi yang tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Tarutung, Purbatua, Sipoholon, Simangumban, Adian Koting, Parmonangan, Pahae Jae, dan Pahae Julu.
Kepala Dinas Pertanian Taput, Viktor Freddy Siagian yang dihubungi kompasone Rabu (28/10) mengatakan rehabilitasi tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu petani memulihkan lahan pertanian yang terdampak bencana.
“Pemulihan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam membantu petani. Pelaksanaannya membutuhkan sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta TNI-Polri agar lahan terdampak dapat kembali produktif dan petani bisa melanjutkan aktivitas pertaniannya,” ujar Viktor.
Menurutnya, kolaborasi lintas pemerintahan dan unsur terkait diperlukan agar pemulihan sektor pertanian berjalan optimal. Dengan demikian, lahan yang rusak dapat kembali dimanfaatkan dan keberlanjutan produksi pangan di Tapanuli Utara tetap terjaga.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Taput, Kecamatan Pahae Jae menjadi salah satu wilayah dengan alokasi rehabilitasi terluas. Kelompok Tani Makmur Setia Satu di Desa Setia dan Kelompok Tani Parohon Siopat Bahal di Desa Siopat Bahal masing-masing mendapat alokasi 50 hektare.
Selain itu, rehabilitasi mencakup 48 hektare di Desa Sibulanbulan, Kecamatan Purbatua, serta 40 hektare di Desa Nahorhop Marsada, Kecamatan Pahae Jae.
Melalui program yang didanai APBN tersebut, pemerintah berharap lahan sawah yang rusak dapat kembali produktif sehingga petani bisa melanjutkan usaha tani dan mendukung ketahanan pangan daerah.
Dinas Pertanian Taput juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah dan unsur terkait dalam pelaksanaan rehabilitasi agar bantuan tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi petani terdampak.
(Bernat L Gaol)
