Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Penutupan Gelegar Trunodjoyo National Championship' III 2026 | Haikal Rafa Arsyafin Harumkan SMAN 19 Surabaya, Bukti Prestasikan Budaya, Budayakan Prestasi

Senin, Oktober 26, 2026, 02:26 WIB Last Updated 2026-10-25T19:26:49Z

 


Bangkalan, Kompasone.com - Gelegar Trunojoyo National Championship' III 2026 dengan tema "Prestasikan Budaya, Budayakan Prestasi, Pendekar Se-Indonesia Bertarung di UTM" resmi ditutup. Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) selama tiga hari, 23-25 Oktober 2026, benar-benar menjadi pusat perhatian Nasional.


Ribuan pendekar dari berbagai penjuru Indonesia telah bertarung sengit di atas matras Gedung Pertemuan UTM. Panggung megah dengan layar LED menampilkan logo dua pendekar Madura menjadi saksi lahirnya juara-juara baru.


Dan pada detik-detik penutup, satu nama menggetarkan arena: HAIKAL RAFA ARSYAFIN dari kontingen SMAN 19 Surabaya dari PSN Perisai Putih Sumenep asuhan Coach kak Mat bolo-bolo berhasil keluar sebagai JUARA 1 Tanding Kelas A Remaja Putra.


Prestasi tersebut tertuang dalam sertifikat resmi bernomor 595/SRT/PANPEL/EKS/TNC/UKM.PSHT/UTM/X/2026 dengan medali emas TNC' III 2026. Sertifikat tersebut ditandatangani langsung oleh Rektor UTM Prof. Dr. Safi', S.H., M.H., Sekjen IPSI Abdul Karim Aljufri, Bupati Bangkalan Lukman Hakim S.IP., M.H., Ketua Umum UKM PSHT UTM Andhika Surya Buana, dan Ketua Pelaksana M. Agus Gilang Perdana.


Pesan Ketua Pelaksana TNC III, M. Agus Gilang Perdana:

Dalam momen penutupan, Ketua Pelaksana menyampaikan rasa syukur dan pesan penuh haru:


"Alhamdulillah, JUARA 1 dari sosok petarung yang sangat berprestasi mampu mengharumkan nama besar SMAN 19 Surabaya. Selamat kepada Haikal Rafa Arsyafin. Semoga ini menjadi momentum dan penyemangat bagi generasi selanjutnya untuk terus berprestasi dan menjaga budaya pencak silat," ujar M. Agus Gilang Perdana.


Daftar Pemenang Tanding Kelas A Remaja Putra:

Juara 1: Haikal Rafa Arsyafin - SMAN 19 Surabaya

Juara 2: Araseli Riski Aditya

Juara 3: Mohammad Ali Rifqi


Panitia juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara ini hingga sukses, kepada teman teman media partner dan sponsor juga kami sampaikan terimakasih atas dukungannya.


Dengan ditabuhnya gong terakhir, Gelegar Trunodjoyo National Championship III 2026 resmi berakhir. Namun semangat "Prestasikan Budaya, Budayakan Prestasi" akan terus hidup.


Menutup rangkaian acara yang penuh haru, Ketua Umum UKM PSHT UTM 2026 Andhika Surya Buana memberikan pesan yang sangat mendalam dan membakar semangat para juara dan seluruh pesilat muda Indonesia.


 "Wahai para siswa, wahai pendekar muda penerus bangsa. Hari ini kalian bukan hanya menang di atas matras, tapi kalian telah memenangkan masa depan. Jangan pernah lelah berlatih, jangan pernah malu membawa budaya pencak silat. 


Jadikan keringat kalian hari ini sebagai sejarah, jadikan medali kalian sebagai tanggung jawab. Kalian adalah bukti bahwa pemuda Indonesia tidak kehilangan jati dirinya. Teruslah Prestasikan Budaya dan Budayakan Prestasi. Karena di pundak kalianlah, Merah Putih akan terus berkibar lewat pencak silat," tegas Andhika Surya Buana yang disambut gemuruh tepuk tangan dan pekik semangat "PSHT JAYA!" dari seluruh peserta.


Pesan tersebut menjadi penutup sempurna Gelegar Trunodjoyo National Championship' III 2026. Bukan hanya tentang siapa juara 1, 2, dan 3, tetapi tentang melahirkan generasi emas yang berkarakter, berprestasi, dan cinta tanah air.


Tidak ketinggalan, kalimat berbobot dan penuh wibawa juga datang dari sesepuh dan pelatih kebanggaan, Coach PSN Perisai Putih, Kak Mat Bolo-Bolo. Dengan suara tegas namun penuh kasih sayang kepada Haikal anak didiknya, beliau berpesan di tengah kerumunan pesilat.


"Pencak silat itu bukan soal siapa paling keras pukulannya, tapi siapa paling kuat menjaga adabnya. Juara sejati bukan yang berdiri di podium, tapi yang mampu merendahkan hati setelah kemenangan.


 Ingat, Sabuk dan medali bisa berkarat, tapi budi pekerti dan jiwa kesatria Perisai Putih harus melekat sampai akhir hayat. Jaga nama perguruan, jaga nama sekolah, jaga nama orang tua. Itulah pendekar sejati," pesan Kak Mat Bolo-Bolo.


Haikal Rafa Arsyafin dari SMAN 19 Surabaya telah membuktikannya. Sekarang giliran kalian!


(Nof)

Iklan

iklan