Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Dugaan Alih Fungsi Kantor DPC NasDem Jadi Posko Demo Mahasiswa Soroti Indikasi Kepentingan Pribadi

Senin, Oktober 26, 2026, 20:37 WIB Last Updated 2026-10-26T13:38:01Z

 


Pasbar, kompasone.com--Peralihan fungsi kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai NasDem Kabupaten Pasaman Barat, menjadi sorotan konsolidasi aksi demontrasi mahasiswa memicu polemik publik.


Langkah tersebut memunculkan dugaan adanya pihak tertentu memanfaatkan moral gerakan mahasiswa demi kepentingan politik atau pribadi. Fasilitas Partai politik steril dari aktivitas gerakan independen mahasiswa, kini justru menjadi koordinasi massa.


Fenomena unit sekaligus kontroversial ini di nilai berpotensi esensi dan kemurnian tuntutan yang di bawa oleh para mahasiswa. DR, warga setempat menyatakan bahwa keterlibatan partai politik atau fasilitas dalam aksi jalan mahasiswa sangat rentan memicu asumsi liar di masyarakat.


"Ketika gerakan mahasiswa bertumpu pada fasilitas Partai politik, sulit bagi publik untuk tidak mencurigai adanya agenda terselubung. Independensi gerakan mahasiswa di pertaruhkan, dan kuat dugaan adanya aktor politik yang menunggangi momentum ini untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu" ujarnya.


Di sisi lain, perwakilan mahasiswa belum memberikan klarifikasi bahwa penggunaan tempat tersebut murni karna alasan teknis logistik dan tidak ada intervensi ideologis dari pihak partai. Sementara itu aksi demontrasi yang di gelar elemen mahasiswa, Senen, (26/10/2026) memicu beragam resfon dari masyarakat.


"Sebagian warga mulai menyerukan kecurigaan dan menduga adanya kepentingan terselubung serta muatan politis di balik gelombang ujuk rasa tersebut.


Aksi mahasiswa semestinya mutlak bersih dari Infiltrasi kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. Ketika sebuah gerakan di susupi pamrih personal ataupun pesanan pihak tertentu, di sanalah legitimasi moralnya runtuh.


Hingga berita ini di turunkan, pihak fungsionaris partai NasDem belum di lakukan konfirmasi terkait legalitas penggunaan kantor mereka sebagai posko demontrasi mahasiswa tersebut. Publik menanti klarifikasi terbuka guna memastikan tidak adanya politisasi dalam gerakan moral yang di gunakan kelompok akademisi ini.

(Ys)

Iklan

iklan