Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Sengketa Berbuah Damai, Persoalan Berakhir dengan Senyum, Silaturahmi Tetap Terjaga

Jumat, September 18, 2026, 01:58 WIB Last Updated 2026-09-17T18:58:39Z

 


Bengkulu, kompasone.com - Suasana sejuk dan penuh kekeluargaan mewarnai penyelesaian persoalan antara tiga guru SDIT Rabbani, Tita, Elsinta, dan Ririn, dengan Yayasan Ma’had Rabbani Bengkulu.


Pertemuan berlangsung pada Rabu, 16 September 2026 sekitar pukul 10.00 WIB di Kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bengkulu.


Dari pihak Yayasan Ma’had Rabbani, hadir langsung Ustadz Syamlan selaku Pimpinan, bersama pihak terkait. Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka, tenang, dan penuh semangat untuk mencari penyelesaian yang baik bagi semua pihak.


Alhamdulillah, melalui dialog dan musyawarah, persoalan tersebut dapat diselesaikan secara damai. Ketiga guru dan pihak Yayasan Ma’had Rabbani saling bermaafan, tersenyum, dan sepakat mengakhiri persoalan dengan semangat saling menghargai.


"Alhamdulillah, persoalan selesai kita saling damai," kata Ustadz Syamlan saat keluar dari Ruang Mediasi kepada awak media. 


Saat ditanya berapa pesangon yang diberikan untuk 3 guru itu Ustadz Syamlan menjawab tidak terlalu penting nilai materi itu, yang penting dan lebih berharga adalah damai dan tetap terjalinnya silaturrahmi. Ustadz Syamlan mengajak untuk saling bantu membantu menebar kebaikan, terutama dalam pendidikan demi kemajuan bangsa dan negara ini wabilkhusus Bengkulu. 


"Rabbani ini bukan saya yang mendirikan. Rabbani ini sudah ada sebelum saya datang di Bengkulu. Pendirinya putri Asli Bengkuku alumni SMAN 5. Maka Rabbani ini benar-benar aset asli Bengkulu, yang dulu awalnya TPQ, guru tak ada yang dibayar, kini ada TK Rabbani, SDIT Rabbani, SMPIT Rabbani, SMAIT Rabbani dan PPIIT Rabbani, dengan jumlah guru sekitar 150 orang yang semuanya digaji dengan cukup layak," Jelas sang Ustadz. 


Bagi keluarga besar Rabbani, penyelesaian persoalan bukan semata-mata tentang siapa yang menang atau kalah. Yang jauh lebih penting adalah menjaga silaturahmi, kehormatan, persaudaraan, dan kemaslahatan bersama.


Persoalan boleh datang, tetapi persaudaraan jangan sampai hilang.


Peristiwa hari ini menjadi pengingat bahwa setiap persoalan, sebesar apa pun, selalu memiliki jalan penyelesaian ketika semua pihak bersedia membuka hati, duduk bersama, dan mengedepankan musyawarah.


Yayasan Ma’had Rabbani menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu proses penyelesaian ini, khususnya Dinas Ketenagakerjaan Kota Bengkulu, yang telah memfasilitasi pertemuan sehingga tercipta suasana dialog yang baik dan konstruktif.


Ustadz Syamlan berharap, semoga dengan berakhirnya persoalan ini, semua pihak dapat melangkah ke depan dengan hati yang lebih lapang.


"Yang telah berlalu menjadi pelajaran. Yang tersisa kita rawat sebagai persaudaraan. Dan yang akan datang kita bangun dengan kebaikan. Rabbani yang besar ini adalah karya dan aset Bengkulu asli," pungkas Ustadz Syamlan.


Pewarta : Susyanto

Iklan

iklan