TAPUT, kompasone.com – Dapur SPPG Hutatoruan X Pusaka di Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, menyalurkan ribuan porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari sekaligus melibatkan puluhan tenaga kerja lokal dalam operasionalnya.
Makanan tersebut diperuntukkan bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Proses pelayanan mencakup penyediaan bahan baku, pengolahan, pengemasan hingga distribusi kepada penerima manfaat.
Kepala Dapur SPPG Hutatoruan X Pusaka Jhonnes Limbong bertanggung jawab atas pengelolaan operasional dan logistik, termasuk memastikan produksi hingga distribusi berjalan sesuai jadwal.
Di bagian produksi, Chef Evanila Sihakohi memimpin tim juru masak lokal dalam mengolah ribuan porsi makanan. Sementara Ahli Gizi SPPG Elisa Simajuntak menyusun variasi menu mingguan serta memantau kandungan kalori, protein, dan mikronutrien.
"Tantangan terbesar kami adalah menyajikan makanan yang tidak hanya padat gizi seimbang, tetapi juga disukai oleh anak-anak sekolah. Kami melakukan kontrol ketat mulai dari pemilihan bahan segar hingga proses pengemasan," ujar Elisa.
Kelancaran pasokan bahan baku seperti beras, sayuran, daging, dan lauk-pauk didukung Mitra Yayasan Amandari yang dikelola Franky Hutabarat.
Franky mengatakan pengelolaan SPPG tidak hanya diarahkan untuk mendukung kelancaran program MBG, tetapi juga memperhatikan kondisi para relawan yang terlibat dalam operasional dapur.
"Para relawan yang terlibat juga kami perhatikan kondisinya. Kami memberikan vitamin kepada para relawan sebagai bentuk perhatian agar mereka tetap bersemangat menjalankan tugas," ujar Franky.
Menurut Franky, keterlibatan masyarakat lokal menjadi bagian dari pengelolaan SPPG, baik melalui tenaga kerja maupun dukungan terhadap kebutuhan operasional dapur.
Selain itu, Dapur SPPG Hutatoruan X Pusaka didukung tenaga yang memiliki sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Sumatera Utara.
Keterlibatan tenaga lokal dan penyediaan bahan baku dari lingkungan sekitar diharapkan turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan pelayanan MBG di wilayah tersebut.
Program MBG tersebut mendapat tanggapan positif dari pihak sekolah dan orangtua penerima manfaat.
Lasma Hutabarat Spd guru di SD 173124 Gonting Siarang-arang mengatakan makanan yang diterima siswa membantu memenuhi kebutuhan makanan bergizi selama mengikuti kegiatan belajar.
"Di srkolah kami ini anak-anak senang menerima MBG itu dan menu membantu memenuhi kebutuhan makan mereka," ujarnya.
(Bernat L Gaol)
