Tanjungpinang, kompasone.com - PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Tanjungpinang (UP3 Tanjungpinang) menggelar Simulasi Tanggap Darurat 2026 di Co-Working Space PLN UP3 Tanjungpinang, sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai kondisi darurat di lingkungan kerja.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Simulasi Hari Ini, Siap Tanggap Saat Terjadi.”
Mewakili Manager UP3 Tanjungpinang, Team Leader K3L dan Keamanan UP3 Tanjungpinang, Heru Eka Saputra, S.H. mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari latihan kesiapsiagaan yang dilaksanakan secara berkala, termasuk untuk memastikan seluruh personel memahami langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat.
Heru yang menangani bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjelaskan bahwa simulasi tidak hanya ditujukan bagi personel yang berada di lingkungan PLN UP3 Tanjungpinang, tetapi juga melibatkan unsur dari unit-unit lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, PLN turut mengundang perwakilan dari unit-unit yang berada di wilayah terjauh, termasuk Anambas dan Natuna.
Pelibatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas koordinasi dan meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat.
Dalam pelaksanaan simulasi tahun ini, terdapat 4 simulasi keadaan darurat yang diperagakan, yakni Kebakaran, Vertical Rescue, P3K dan demonstrasi.
Skenario angin puting beliung menggambarkan kondisi bencana yang dapat berdampak terhadap peralatan kelistrikan baik untuk menjamin keselamatan pekerja maupun lingkungan sekitar, sehingga diperlukan respons cepat, koordinasi dan penerapan prosedur keselamatan.
Sementara skenario demonstrasi menggambarkan kondisi ketika terjadi aksi massa yang kemudian membutuhkan langkah pengamanan serta koordinasi antarpihak untuk menjaga keselamatan dan meminimalisir dampak yang mungkin timbul.
Kedua skenario tersebut digunakan sebagai sarana latihan agar personel tidak hanya memahami prosedur secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya ketika menghadapi kondisi darurat secara nyata.
Libatkan Lima Unsur Eksternal
Dalam pelaksanaan simulasi, PLN UP3 Tanjungpinang melibatkan lima unsur terkait, baik dari tingkat Provinsi Kepulauan Riau maupun Pemerintah Kota Tanjungpinang.
Unsur yang terlibat antara lain Polres Kota Tanjungpinang, BPBD Provinsi Kepri, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tanjungpinang, BASARNAS Tanjungpinang serta RSUD Kota Tanjungpinang.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam simulasi karena penanganan keadaan darurat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak sesuai tugas dan kewenangannya.
Unsur kepolisian berperan dalam aspek pengamanan, sementara Damkar, BASARNAS dan BPBD memiliki peran sesuai fungsi penanganan keadaan darurat dan kebencanaan. Adapun RSUD menjadi bagian dari dukungan penanganan medis apabila dalam skenario terdapat korban yang membutuhkan pertolongan.
Dilaksanakan Satu Kali dalam Setahun
Heru menjelaskan bahwa simulasi tanggap darurat merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara berkala, yakni satu kali dalam satu tahun.
Menurutnya, latihan tersebut menjadi sarana untuk mengevaluasi kesiapan personel sekaligus memperkuat koordinasi antara PLN dengan instansi terkait.
Pemanfaatan sumber daya manusia, sarana dan prasarana serta aset yang tersedia juga menjadi bagian dari latihan untuk memastikan seluruh unsur memahami prosedur dan perannya masing-masing.
“Simulasi hari ini, siap tanggap saat terjadi,” menjadi pesan utama dalam kegiatan tersebut.
Melalui simulasi secara berkala, PLN UP3 Tanjungpinang diharapkan dapat terus meningkatkan budaya keselamatan, kesiapsiagaan dan kemampuan respons seluruh personel dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.
Kegiatan tersebut juga menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam memastikan aspek keselamatan dan penanganan keadaan darurat dapat dilakukan secara cepat, terkoordinasi dan terukur.
Handoko
