Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

BAZNAS Ciamis Salurkan Rp24,94 Miliar hingga Agustus 2026, Lebih Besar dari Penghimpunan

Selasa, September 29, 2026, 19:17 WIB Last Updated 2026-09-29T12:17:19Z

 


Ciamis, kompasone.com - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis mencatat penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar Rp22.640.794.134 pada periode Januari hingga Agustus 2026.


Di periode yang sama, penyaluran dana mencapai Rp24.943.482.247. Artinya, penyaluran lebih besar sekitar Rp2,3 miliar dibanding penghimpunan tahun berjalan.


 Ketua BAZNAS Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, M.B.A., menjelaskan selisih tersebut ditopang oleh saldo tahun sebelumnya. Jadi bukan defisit, melainkan optimalisasi dana yang ada.


"Kalau murni yang tahun ini baru Rp22 miliar 640 juta," kata Lili Miftah.


Menurut Lili, BAZNAS Ciamis memiliki saldo dari tahun lalu yang kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan penyaluran tahun ini. Karena itu total penyaluran hingga Agustus menembus Rp24,94 miliar.


Dengan mekanisme tersebut, dana umat tidak mengendap lama. Begitu terhimpun, langsung dikembalikan kepada masyarakat melalui program-program pemberdayaan.


Untuk memudahkan partisipasi, BAZNAS juga mengembangkan metode celengan infak. Warga bisa menyimpan infak secara mandiri di rumah, lalu dihimpun sesuai mekanisme yang ditetapkan.


Terkait kritik masyarakat soal penghimpunan, Lili menegaskan pihaknya terbuka.


"Kritik itu hak mereka untuk mengkritik. Tapi yang paling pasti, apa yang kita lakukan itu tidak keluar dari regulasi syar'i maupun regulasi negara, undang-undang," ujarnya.


Ia memastikan semua proses tetap berada dalam koridor syariat Islam dan undang-undang pengelolaan zakat.  


Lili menekankan, dana yang dititipkan masyarakat akan kembali untuk masyarakat. Ia mencontohkan penghimpunan dari desa.


"Biasanya mereka menyetor Rp10 juta, kita kembalikan Rp10 juta, malah kita tambah kadang jadi Rp11 juta," katanya.


BAZNAS tidak ingin dana hanya habis untuk bantuan konsumtif. Targetnya adalah mendorong desa membangun kemandirian, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun kesehatan.


"Yang ingin kita capai itu bagaimana desa melalui zakat, infak, dan sedekah mampu membangun kemandirian," ucapnya.


Saat ini sejumlah desa di Ciamis sudah mampu menghimpun di atas Rp10 juta. Dampaknya mulai terasa di tengah masyarakat.


Lili mencontohkan, praktik pinjaman berbunga tinggi yang sempat marak di beberapa desa mulai berkurang setelah pengelolaan zakat diperkuat.


"Desa-desa yang sekarang sudah penghimpunannya di atas Rp10 juta, macam tabungan zakat ini, uang-uang yang berbunga tinggi yang beredar di masyarakat itu alhamdulillah selesai. Dan itulah keberkahannya," tuturnya.


Bagi BAZNAS Ciamis, penghimpunan dan penyaluran adalah dua sisi yang tak terpisahkan. Dana yang dihimpun dari masyarakat harus memberi manfaat nyata, bukan sekadar angka, melainkan keberkahan dan kesejahteraan bersama.


 (AL)

Iklan

iklan