Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Nunggak Respon, Menanti Korban Jiwa? SDN 1 Batuan 'Sekat' Ruang Kelas Demi Nyawa Siswa

Rabu, Juli 29, 2026, 17:14 WIB Last Updated 2026-07-29T10:14:10Z


Sumenep, Kompasone.com — Kesabaran para pendidik di SDN 1 Batuan, Kecamatan Kota Sumenep, akhirnya berada di titik nadir. Dua gedung belajar di sekolah ini kondisinya kian memprihatinkan dan membahayakan keselamatan. Kayu-kayu penyangga atap yang lapuk tergerak usia dan digerogoti rayap kini berjatuhan ke lantai kelas.


Bukannya tanggap, Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep justru terkesan menutup mata dan telinga atas pengajuan rehabilitasi gedung yang dilayangkan pihak sekolah.


​Ibu Saidah Plt Kepala Sekolah SDN 1 Batuan mengungkapkan rasa frustrasinya lantaran proposal perbaikan gedung yang diajukan berkali-kali tak kunjung mendapat kejelasan.


​"Pengajuan rehab gedung ruang kelas yang saya ajukan tersebut tidak pernah ditanggapi oleh Dinas, Pak," ungkap Plt Kepsek dengan nada kecewa.


Kondisi ini makin diperparah oleh birokrasi Disdik yang terkesan mengulur waktu. Ibu Fera, seorang guru SDN 1 Batuan yang dikenal ramah dan santun, tak sanggup lagi menahan kekecewaannya. Ia mengaku sudah letih berjuang mondar-mandir ke kantor Disdik Sumenep demi memperjuangkan hak tempat belajar para siswanya.


​"Saya sudah sering Pak, bolak-balik Disdik terkait pengajuan gedung ruang kelas tersebut. Akhirnya saya menyerah. Mulai zaman Bapak Agus masih menjabat di Dinas Pendidikan sampai sekarang, saya sudah kapok Pak mau ngurus itu, karena upaya saya sia-sia. Apa harus ada korban dulu baru mau direhab?" tegas Bu Vera dengan nada tajam.


​Tak ingin menaruh keselamatan anak didik di ujung tanduk akibat kelalaian dinas, para guru akhirnya mengambil langkah darurat. Demi proses belajar mengajar tetap berlangsung tanpa mengorbankan nyawa siswa, mereka terpaksa menyekat ruangan kelas yang tersisa menjadi dua bagian.


​"Untuk menjaga keamanan murid, akhirnya kami mengambil langkah sederhana, yaitu menyekat kelas agar bisa jadi dua ruang kelas," tambah Bu Vera penuh semangat.


Sikap dingin dari pihak instansi terkait ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat. Publik mempertanyakan sampai kapan keselamatan generasi penerus bangsa harus dipertaruhkan oleh lambannya birokrasi, serta apakah pihak dinas baru akan bertindak setelah terjadi insiden dan jatuhnya korban jiwa.


(R. M Hendra)

Iklan

iklan