Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Dugaan Mark-Up Proyek Semenisasi Desa Sri Bintan, Anggaran Rp99 Juta Disorot, Selisih Dana Capai Puluhan Juta

Rabu, Juli 22, 2026, 18:13 WIB Last Updated 2026-07-22T11:13:45Z


Bintan, Kompasone.com — Proyek betonisasi (semenisasi) jalan menuju Kantor Desa Sri Bintan, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, menuai sorotan publik. Pasalnya, proyek dengan volume panjang sekitar 20 meter dan lebar 2,5 meter yang dikerjakan oleh warga setempat ini dinilai menelan anggaran yang tidak wajar dibandingkan dengan realisasi di lapangan.


​Berdasarkan data yang dihimpun, proyek tersebut bersumber dari Dana Pajak Bagi Hasil (PBH) Tahun Anggaran 2026 dengan pagu sebesar Rp99.464.654.


​Namun, berdasarkan pantauan dan estimasi tim jurnalis Kompasone.com di lokasi, total kebutuhan material—termasuk penggunaan semen merk Andomic hingga pengerjaan selesai—hanya berkisar di angka Rp35 juta. Kondisi ini memicu dugaan adanya praktik penyalahgunaan anggaran (selisih dana) yang melibatkan Kepala Desa bersama Kaur Umum dan Tata Usaha.


Saat hendak dikonfirmasi terkait rincian anggaran tersebut, Penanggung Jawab (PK) atau pelaksana proyek, Arga Pratama, tidak memberikan respons. Beberapa kali dihubungi melalui sambungan telepon oleh jurnalis Kompasone.com, panggilan tersebut tidak diangkat hingga berita ini diturunkan.


Di lokasi kegiatan, salah seorang pekerja harian bernama Yono mengungkapkan bahwa pengerjaan semenisasi ini dikerjakan oleh lima orang warga setempat dengan sistem upah harian.


​"Kami di sini kerja berlima dengan sistem upah harian. Soal rincian upah dari molen semen Andomic kami tidak tahu persis. Lebih jelasnya silakan tanyakan kepada sopir lori, beliau pasti tahu," ujar Yono kepada Kompasone.com.


​Yono juga menambahkan bahwa para pekerja tidak mendapatkan fasilitas makan siang dari pihak pengelola proyek. 


"Mengenai makan siang, kami tidak diberi. Semuanya bawa sendiri dari rumah," keluhnya.


​Sementara itu, sopir truk molen pengangkut beton cor berinisial Tri memberikan keterangan terkait suplai material cor ke lokasi proyek. Menurutnya, armada molen yang dikemudikannya membawa muatan cor beton sebanyak 5 meter kubik per unit.


​"Mobil molen yang saya bawa bermuatan lima kubik. Harga per kubiknya di kisaran satu juta lebih, jadi kalau dihitung semuanya sekitar lima juta lebih untuk satu mobil molen. Total ada lima mobil molen yang dikirim ke sini sampai pekerjaan selesai," jelas Tri.


​Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Sri Bintan, khususnya Kepala Desa dan perangkat terkait, belum memberikan keterangan resmi atau hak jawab atas dugaan selisih anggaran proyek semenisasi tersebut. Tim Kompasone.com akan terus berupaya melakukan konfirmasi lanjutan demi terciptanya transparansi informasi publik.




>Tim

Iklan

iklan