Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Jogja Halal Festival Tahun 2026 Resmi Diluncurkan, Targetkan Jadi "Mega Halal Festival" Skala Internasiona

Kamis, Juli 30, 2026, 18:49 WIB Last Updated 2026-07-30T11:49:57Z


DIY, Kompasone.com — Panitia Jogja Halal Festival (JHF) #3 resmi meluncurkan rangkaian kegiatan Jogja Halal Festival Tahun 2026 di Ruang Bangsal Mataram, Lantai 2, Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, pada Kamis (30/7/2026). Gelaran yang dilaksanakan secara hybrid ini menandai dimulainya rangkaian festival ekonomi syariah terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang puncaknya dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026 mendatang.


​Peluncuran ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan utama di DIY, mulai dari Pemerintah Daerah DIY, Bank Indonesia DIY, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY, hingga Kadin DIY.

​Ketua MES DIY, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., menyampaikan optimismenya agar JHF #3 mampu berkembang melampaui skala lokal dan menjadi ajang syiar ekonomi syariah yang berdampak luas hingga ke kancah global.


​"Saya kagum dan tergelitik sekaligus malu karena di Bangkok yang penduduk muslimnya sedikit tetapi bisa menyelenggarakan 'MEGA HALAL FESTIVAL'. Harapannya JHF yang akan digelar Desember 2026 ini nanti lebih menasional bahkan mendunia. Kita ajak para tenant potensial untuk ikut merayakan JHF," ujar Prof. Edy yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Widya Mataram (UWM).


​Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DIY, Tazbir Abdullah, yang hadir mewakili Ketua Kadin DIY, menegaskan komitmen lembaganya dalam mendorong akselerasi ekonomi berbasis halal di Yogyakarta.


​"Atas nama Kadin DIY kami sampaikan ucapan terima kasih dan mendukung JHF #3. Kami ingin membangun ekonomi masyarakat agar ada keseimbangan perekonomian, berkolaborasi dengan MES membangun ekonomi halal dan mendorong Jogja sebagai pusat produk-produk halal yang menasional dan mengglobal," ungkap Tazbir.

​Dari sisi pengembangan ekosistem moneter, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menyoroti pentingnya sinergi ini dalam membangun perekonomian daerah.


​"Penyelenggaraan JHF #3 ini juga untuk membangun ekosistem perekonomian syariah yang berkelanjutan di DIY," tegas Sri Darmadi.


​Sementara itu, Staf Ahli Gubernur DIY, Noviar Rahmad, yang mewakili Sekretaris Daerah DIY, menekankan bahwa ketersediaan pasokan produk halal merupakan faktor pendukung utama bagi sektor pariwisata daerah yang inklusif.


​"Keramahan kepada wisatawan muslim akan menambah inklusivitas pariwisata DIY. Sertifikasi halal tidak hanya formalitas, melainkan lebih dari itu harus bisa menjamin pasokan produk-produk halal yang ada kontinyuitasnya," paparnya.

​Puncak acara peluncuran ditandai secara simbolis melalui pemukulan rebana oleh Ketua Organizing Committee (OC) JHF, Heroe Poerwadi, bersama Prof. Edy Suandi Hamid, Sri Darmadi Sudibyo, Mursida Rambe, Noviar Rahmad, dan Tazbir Abdullah.


​Ketua OC JHF #3, Heroe Poerwadi, mengungkapkan bahwa persiapan menuju gelaran puncak pada Desember 2026 terus menunjukkan tren positif. JHF diproyeksikan menjadi etalase komprehensif yang menampilkan seluruh aspek ekosistem halal lintas bidang secara menyeluruh di DIY.




>Bhenu

Iklan

iklan