Kuningan, Kompasone.com — Dugaan keterlibatan salah satu ajudan Bupati Kuningan yang disinyalir bertindak sebagai pengatur atau "joki" proyek pemerintah menuai sorotan tajam. Isu ini mencuat setelah sejumlah orang yang mengaku sebagai mantan sukarelawan tim sukses (timses) merasa kecewa lantaran tak kunjung mendapatkan alokasi proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan.
Beberapa sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa mereka telah melengkapi seluruh persyaratan administratif, termasuk legalitas perusahaan. Namun, harapan mereka untuk dilibatkan dalam pengerjaan proyek selalu kandas dengan alasan yang tidak jelas.
Kekecewaan tersebut kian mendalam karena para sumber ini merasa memiliki kedekatan historis dengan Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rahmat Yanuar, M.Si., sejak masa kampanye hingga terpilih saat ini.
Kekecewaan para mantan relawan ini bukan tanpa alasan. Mereka menilai proses pembagian proyek di Kabupaten Kuningan tidak transparan dan diduga dikondisikan oleh oknum di lingkaran dekat bupati.
"Padahal semua persyaratan untuk ikutan proyek itu sudah komplit seperti legalitas perusahaan dan lain-lain, tetapi selalu saja jawabannya menunggu dan menunggu," ujar beberapa sumber kepada jurnalis Kompas One.
Para sumber juga secara terang-terangan menyebut bahwa salah satu ajudan bupati diduga memiliki pengaruh kuat dalam menentukan siapa saja yang berhak mendapatkan proyek. Hal inilah yang memicu rasa sakit hati di kalangan pendukung garis keras bupati.
"Sakit hati saya berulang kali terkesan tidak diperhatikan. Buktinya, proyek malah diberikan ke pihak lain, dan parahnya lagi, orang yang diberi proyek itu mendapatkannya di beberapa tempat berbeda dalam kurun waktu tahun ini juga," keluh salah satu sumber dengan nada kecewa.
>Arif
