Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Dosen FE UWM: Kepemimpinan Digital Terbukti Tingkatkan Kinerja Karyawan

Jumat, Juli 31, 2026, 01:09 WIB Last Updated 2026-07-30T18:09:30Z


Yogyakarta, Kompasone.com — Transformasi digital tidak hanya mengubah cara organisasi memanfaatkan teknologi, tetapi juga mengubah pola kepemimpinan dalam mengelola sumber daya manusia. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kepemimpinan digital memiliki peran strategis dalam meningkatkan kinerja karyawan, terutama ketika didukung oleh budaya digital yang kuat, lingkungan kerja yang memberikan kepuasan, serta kapabilitas digital karyawan yang terus berkembang.


Penelitian yang dilakukan oleh Cahya Purnama Asri, dosen Program Studi Kewirausahaan Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram ini mengkaji pengaruh kepemimpinan digital terhadap kinerja karyawan dengan menguji peran mediasi serial budaya digital, kepuasan lingkungan kerja, dan kapabilitas digital karyawan pada perusahaan berbasis teknologi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menganalisis hubungan antarvariabel.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan digital memberikan pengaruh positif terhadap pembentukan budaya digital dalam organisasi. Budaya digital yang baik selanjutnya mampu meningkatkan kepuasan lingkungan kerja, yang kemudian memperkuat kapabilitas digital karyawan. Kapabilitas digital tersebut terbukti menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan kinerja karyawan. Penelitian juga menemukan bahwa pengaruh kepemimpinan digital terhadap kinerja karyawan berlangsung secara tidak langsung melalui rangkaian mediasi budaya digital, kepuasan lingkungan kerja, dan kapabilitas digital, sehingga menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi digital memerlukan pendekatan yang terintegrasi.


Menurut Cahya, keberhasilan organisasi dalam menghadapi era digital tidak cukup hanya dengan mengadopsi teknologi terbaru. Organisasi juga harus mampu membangun budaya kerja yang adaptif, menciptakan lingkungan kerja yang mendukung, dan mengembangkan kompetensi digital seluruh karyawannya.


"Pemimpin digital bukan sekadar mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga harus mampu menginspirasi perubahan, membangun budaya inovasi, serta menciptakan lingkungan kerja yang mendorong peningkatan kompetensi digital karyawan. Kombinasi faktor-faktor tersebut akan menghasilkan kinerja organisasi yang lebih unggul dan berkelanjutan," ujarnya di Kampus Terpadu UWM Yogyakarta pada  Kamis (30/7).


Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan, praktisi manajemen sumber daya manusia, maupun pembuat kebijakan dalam merancang strategi transformasi digital yang lebih efektif. Selain memperkuat kontribusi akademik mengenai kepemimpinan digital, penelitian ini juga memberikan rekomendasi praktis agar organisasi lebih fokus pada pengembangan budaya digital dan peningkatan kapabilitas digital sebagai fondasi utama dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing.


"Penelitian ini menegaskan bahwa transformasi digital yang sukses bukan hanya ditentukan oleh investasi teknologi, tetapi juga oleh kemampuan pemimpin dalam membangun ekosistem kerja digital yang mampu mendorong setiap karyawan berkembang dan memberikan kinerja terbaiknya," pungkas Cahya.



>Bhenu

Iklan

iklan