Nagan Raya-Aceh, kompasone.com - Sejumlah warga Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang mengaku kecewa terhadap sikap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat(DPRK) Nagan Raya terhadap aksi penolakan izin tambang untuk 2 perusahaan yang telah dikeluarkan rekomendasi izin lokasi oleh Bupati Nagan Raya TR. Keumangan atau TRK.
Warga menilai para anggota parlemen daerah ini belum menunjukkan sikap terhadap aspirasi masyarakat Beutong Ateuh yang telah melakukan aksi penolakan secara terbuka beberapa waktu lalu, dan isu penolakan ini pun sudah menjadi isu nasional.
Namun hingga saat ini hanya satu orang anggota DPRK yaitu Teuku Cutman,SE dari partai PNA yang berani menyatakan akan bersama rakyat Beutong Ateuh untuk menolak izin tambang ini, sementara 24 anggota lainnya diam seribu bahasa.
"Kami heran kenapa anggota Dewan DPRK Nagan Raya yang nota benenya perwakilan rakyat kok diam melihat perjuangan kami untuk mempertahankan tanah kelahiran kami dari kehancuran dan kerusakan lingkungan akibat diterbitkannya izin pertambangan," ujar Rusli salah seorang tokoh masyarakat Beutong Ateuh Jum'at(05/06).
Rusli meminta para wakil rakyat untuk dapat mendengarkan aspirasi masyarakat Beutong Ateuh yang juga baru tertimpa musibah banjir yang telah memporak-poranda pemukiman warga.
"Belum pulih dari musibah banjir kini kami dihantui lagi dengan terbitnya izin pertambangan untuk 2 perusahaan yang mengeruk perut bumi Beutong Ateuh dan telah diumumkan oleh Bupati Nagan Raya. Kami tidak anti investasi,tapi kalau investasi merusak kawasan hutan dan merusak ekosistem yang ada tetap kami tolak demi masa depan anak cucu kami," tutup Rusli.
T.Ridwan
