Pasbar, kompasone.com--menyusul serangkaian bencana tanah longsor yang melanda kecamatan Talamau, kabupaten pasaman barat, sumatera barat, unsur TNI segera mengerahkan personil dan sarana untuk mempercepat penanganan dan pemulihan kondisi di lokasi jalan yang tertimbun tanah longsor.
Kecamatan Talamau yang merupakan wilayah rawan bencana, belakangan ini kembali di landa gangguan Akses akibat tanah longsor dan pohon tumbang di jalur strategis simpang empat - talu yang di sebabkan curah hujan pada Senen malam (20/7/2026).
Respon cepat Dandim 0305 Pasaman Letkol Inf.Darmawan Hendra Wijaya melalui Danramil 03/ Talu Kapten Inf. Tuanku Sayutis SH.MH. segera setelah menerima laporan,personil Koramil setempat dan satuan terkait langsung bergerak ke lokasi. Bersama pemuka masyarakat Talu Tuanku Bosa XV, Ir.H.Jhonny.ZA.MM.SI, dan masyarakat sekitar mereka membersihkan material longsor, membuka Akses jalan yang tertutup, serta memastikan keselamatan warga dan pengguna jalan yang berada di kawasan rawan.
"Kami tidak menunggu lama. Begitu ada informasi, personil langsung turun ke lapangan untuk memastikan jalur vital bisa di lalui, dan pengguna jalan dapat melewati dengan aman," ujar Tuanku Sayuti Danramil/03 Talu dalam keterangannya di lokasi.
Selain pembersihan jalur, TNI juga memastikan pengecekan pada titik titik lokasi yang rawan longsor untuk mengantisifasi keselamatan masyarakat yang membawa kendaraan untuk melewati jalan simpang empat - Talu, khususnya bagi warga yang belum mengetahui kondisi jalan saat ini" kata Sayutis.
"Kordinasi dan kewaspadaan berlanjut. Saat ini tim gabungan masih memantau perkembangan kondisi cuaca dan stabilitas tanah titik titik rawan. Kami TNI mengimbau masyarakat terkhusus pengguna jalan tetap waspada, serta segera melapor jika melihat tanda tanda alam yang mencurigakan.
Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan warga merasa aman dan terbantu. Kami akan terus berada di lokasi sampai kondisi jalan benar benar aman di lewati dan pembersihan jalan berjalan lancar.
Dan mudah mudahan kedepannya pemerintah bersama seluruh unsur terkait mulai menyusun rencana perbaikan jangka panjang, termasuk peningkatan jalan alternatif guna mengurangi resiko terputusnya Akses saat bencana terjadi masa mendatang," tutupnya.
(Yulisman)
