Sumenep, Kompasone.com - Menanggapi pemberitaan terkait kualitas paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Batang-Batang, Kepala SPPG Yayasan Bhakti Bunda Berjaya memberikan klarifikasi resmi sebagai bentuk tanggung jawab moral dan profesional kepada masyarakat. Yayasan menegaskan bahwa keselamatan serta kecukupan gizi siswa adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
Pengelola SPPG Yayasan Bhakti Bunda Berjaya menyatakan bahwa setiap paket makanan yang keluar dari dapur produksi telah melalui proses kontrol kualitas yang ketat.
"Kami selalu memastikan bahan baku yang digunakan segar dan diolah dengan standar kebersihan tinggi. Terkait adanya laporan ketidakpuasan di salah satu lembaga, kami menerimanya sebagai masukan berharga dan segera melakukan audit internal secara menyeluruh pada rantai distribusi," ujar perwakilan Yayasan Bhakti Bunda Berjaya.
Pihak yayasan menyadari bahwa tantangan distribusi di lapangan, terutama faktor cuaca dan durasi perjalanan, dapat mempengaruhi kondisi fisik makanan seperti tekstur nasi atau kesegaran sayur.
Yayasan kini tengah mengevaluasi armada distribusi dan sistem pengemasan (packaging) agar suhu dan kualitas makanan tetap terjaga hingga ke tangan siswa, meskipun melalui perjalanan jauh.
Yayasan berkomitmen meningkatkan komunikasi dua arah dengan seluruh lembaga penerima manfaat agar setiap kendala teknis dapat langsung teratasi di lapangan tanpa menimbulkan kegaduhan.
Kepala SPPG Yayasan Bhakti Bunda Berjaya mengimbau masyarakat dan wali murid untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi secara utuh.
"Kami adalah bagian dari masyarakat yang ingin membangun generasi emas melalui program MBG ini. Tidak ada niatan sedikitpun bagi kami untuk memberikan yang kurang baik bagi anak-anak. Jika ada kekurangan, kami segera perbaiki, karena kepercayaan masyarakat adalah napas perjuangan kami," tegasnya.
Sebagai bentuk transparansi, Yayasan Bhakti Bunda Berjaya mengundang pihak terkait, mulai dari Satgas MBG hingga Dinas Kesehatan, untuk meninjau langsung proses pengolahan di dapur produksi mereka. Hal ini dilakukan untuk membuktikan bahwa standar gizi dan kelayakan konsumsi tetap menjadi pedoman utama dalam setiap porsi yang disajikan.
Mereka bersyukur bahwa komunikasi yang terjalin dengan pihak sekolah memastikan seluruh operasional dapur kami diterima dengan baik tanpa ada persoalan yang berarti. Teristimewa kepada rekan-rekan jurnalis, terima kasih telah menjadi mitra strategis dalam mengawasi jalannya program ini agar tetap tepat sasaran.
"Kami sangat menjunjung tinggi kehormatan tugas ini; sebab di dapur inilah kami berikhtiar memberikan yang terbaik bagi tumbuh kembang anak-anak bangsa, demi mewujudkan generasi yang cerdas dan berkarakter di masa depan," ujarnya.
Dengan langkah-langkah konkret ini, Yayasan Bhakti Bunda Berjaya berharap program nasional yang mulia ini dapat terus berjalan lancar di Kabupaten Sumenep demi masa depan anak bangsa yang lebih sehat dan berprestasi.
(R. M Hendra)
