Sumenep, Kompasone.com - Belum juga kering luka di hati warga miskin, kini muncul kabar yang bikin telinga merah. Dugaan pemotongan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) sebesar Rp300.000 per penerima di Desa Saseel, Kecamatan Sapeken, mendadak Heboh seakan Bom yang siap meledak. Uang yang seharusnya jadi penyambung nyawa, malah diduga mampir ke kantong-kantong tak bertanggung jawab.
Aktivis Lintas Pulau yang dikenal vokal, Johari alias Bang Jo, mencium adanya aroma busuk moral hazard dalam tata kelola bansos ini. Namun, yang bikin geleng-geleng kepala adalah drama di balik layarnya. Seorang warga bernama Aman, yang awalnya berapi-api mengaku bahwa BLT Warga dipotong, tiba-tiba "balik kanan" dan mengaku saat itu dia sedang mabuk.
"Klasik banget! Habis ngaku, terus bilang nggak sadar. Ini alasan atau ada tekanan koersif?" sindir Bang Jo dengan nada baritonnya yang tajam.
Bang Jo nggak main-main, dia mengaku sudah mengantongi bukti autentik yang bisa bikin siapa pun yang kasih keterangan palsu atau yang nekat nyunat dana bakal kena batunya.
Sikap Kepala Desa Saseel, Taufik, justru menambah kecurigaan. Bukannya memberikan klarifikasi yang transparan, sang Kades malah mengirim voice note defensif dan belakangan malah "Amnesia Pesan WhatsApp dari media dibaca, tapi dibalas pun tidak.
Gaya bungkam ini makin memanaskan isu liar di lapangan. Kabarnya, bukan cuma Saseel yang bermasalah.
Desa Sabuntan dan Shakala pun disebut-sebut punya "setoran keamanan" ke bekingan tertentu demi membungkam borok pembangunan infrastruktur dan dana desa. Nilainya? Konon jutaan rupiah per bulan. Pantas saja kalau mereka merasa "kebal hukum"
Setali tiga uang dengan anak buahnya, Camat Sapeken pun setali tiga uang. Saat dikonfirmasi soal dugaan sunat BLT dan carut-marut pembangunan DD, sang Camat malah terkesan meremehkan media.
Publik Bertanya Apakah Bapak Camat yang terhormat sudah "masuk angin" sehingga ogah bicara?
Media Menanti, Kenapa otoritas wilayah seolah menutup mata atas dugaan perampasan hak rakyat kecil ini?
Indikasi Masalah Status Terakhir
_Pemotongan BLT Diduga Rp300.000/KPM
_Respon KadesBungkam / Read Only
_Respon Camat Tidak Menggubris Isu
_Tambahan Dugaan Setoran "Bekingan" Bulanan
Rakyat tidak butuh retorika, apalagi alasan "mabuk" yang nggak masuk akal. Jika birokrasi Sapeken masih terus-terusan bersikap eksklusif dan alergi kritik, jangan salahkan jika "bom waktu" kemarahan publik meledak tepat di depan pintu kantor mereka.
(R. M Hendra)
