TAPUT, kompasone.com - Sebanyak 434 kepala keluarga (KK) terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tapanuli Utara menerima bantuan jaminan hidup (Jadup) dari pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Bantuan tersebut disalurkan melalui PT Pos Indonesia Jumat (6/3) di aula Martua Kantor Bupati setempat dengan melibatkan pemerintah daerah guna memastikan bantuan diterima langsung oleh masyarakat yang berhak.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Bontor Hutasoit, dalam laporannya menyampaikan bahwa bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga yang terdampak bencana.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi,” ujarnya.
Dia menjelaskan, total penerima bantuan mencapai 434 KK dengan sekitar 1.600 jiwa.
Setiap penerima lanjutnya mendapatkan bantuan sebesar Rp15.000 per jiwa per hari selama 90 hari, yang bersumber dari anggaran Kementerian Sosial RI.
Sementara itu, eksekutif menejer PT Pos Indonesia Naomi Matondang menyampaikan rasa simpati kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Pihaknya berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Kami turut prihatin atas musibah yang dialami masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban para penerima manfaat,” ujarnya.
Sementara Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan perhatian dan bantuan yang layak.
Menurutnya, proses penetapan penerima bantuan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, camat, kepala desa, hingga unsur masyarakat, sehingga bantuan benar-benar tepat sasaran.
“Kami ingin memastikan bantuan ini benar-benar diterima oleh masyarakat yang terdampak. Karena itu data penerima diverifikasi bersama agar tidak ada yang tidak tepat sasaran,” katanya.
Bupati juga mengingatkan agar bantuan jaminan hidup tersebut dimanfaatkan dengan bijak untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
“Gunakan bantuan ini untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan keperluan rumah tangga. Jika masih ada sisanya, sebaiknya ditabung. Jangan digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, apalagi untuk judi online,” tegasnya.
Selain bantuan jaminan hidup, pemerintah daerah juga sedang melakukan pendataan kerusakan rumah warga akibat bencana. Rumah dengan kategori rusak ringan direncanakan mendapat bantuan sekitar Rp15 juta bagi rumah rusak ringan, rusak sedang Rp30 juta, dan rusak berat Rp60 juta, setelah melalui proses verifikasi.
Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri unsur pemerintah daerah, camat, kepala desa, pendamping sosial, serta masyarakat penerima manfaat.
(Bernat L Gaol)
