Sumenep, Kompasone.com – Kesehatan anak didik merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi emas masa depan. Menyadari hal tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep menggelar agenda krusial bertajuk Sosialisasi Screening Mandiri bagi Satuan Pendidikan SD/MI yang bertempat di SD Negeri Bantelan, Kecamatan Batuputih, pada Sabtu (14/02/2026).
Langkah preventif ini diambil sebagai upaya nyata dalam mempercepat penemuan kasus serta memutus mata rantai penularan penyakit Tuberkulosis (TBC) dan Kusta di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini tidak sekadar sosialisasi formal, melainkan sebuah misi pemberdayaan. Para Kepala Sekolah, Guru Wali Kelas, serta Penanggung Jawab Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dibekali keterampilan teknis untuk melakukan penjaringan kesehatan secara mandiri.
"Pendidikan dan kesehatan adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Dengan membekali para pendidik kemampuan deteksi dini, kita sedang membangun benteng perlindungan bagi anak-anak kita dari ancaman penyakit menular sejak dini," ungkap perwakilan tim Dinkes Sumenep di sela-sela kegiatan.
Program ini dirancang dengan skema yang sistematis untuk memastikan tidak ada anak didik yang terlewat dari pengawasan medis:
Penerimaan Siswa Baru. Penapisan kesehatan menjadi instrumen wajib bagi setiap siswa yang baru memasuki lingkungan sekolah (kelas baru).
Evaluasi Berkala. Screening mandiri akan dilaksanakan secara rutin setiap 6 bulan sekali bagi siswa kelas lama guna memantau perkembangan kesehatan mereka secara konsisten.
Penyakit seperti TBC dan Kusta seringkali tidak menunjukkan gejala yang mencolok pada fase awal. Dengan adanya kemandirian dari pihak sekolah (Ustadz/Ustadzah dan Guru), gejala sekecil apa pun dapat segera teridentifikasi. Penanganan yang lebih cepat (sedini mungkin) tidak hanya meningkatkan peluang kesembuhan total, tetapi juga mencegah terjadinya disabilitas fisik maupun stigma sosial di kemudian hari.
Melalui semangat kolaborasi antara sektor kesehatan dan pendidikan di Kecamatan Batuputih ini, diharapkan lingkungan sekolah menjadi zona yang benar-benar aman, sehat, dan kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak di Kabupaten Sumenep.
(R. M Hendra)
