SUMENEP, Kompasone.com — Kota Keris Sumenep teduh, Membumikan Sholawat, Melangitkan Doa seribu yatim dan ribuan Sodara Bani Insan Peduli kita yang membanjiri areal Jalan Muhammad Husni thambrin Pangarangan dan Pajagalan yang khidmat, sebuah narasi besar tentang pengabdian baru saja tertulis.
Yayasan Bani Insan Peduli (BIP), yang berakar dari garis keturunan mulia marga Bani, telah menorehkan tinta emas yang belum pernah ada dalam sejarah Sumenep sebelumnya. Berpusat di kediaman sang Founder di Jalan H.M. Husni Thamrin, Pajagalan, sebuah gerakan kemanusiaan bertajuk penyantunan 1.000 anak yatim digelar—bukan sekadar sebagai seremoni, melainkan sebagai bentuk "sayap kepedulian" yang menaungi dhuafa hingga ke akar rumput.
Keberhasilan ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan kristalisasi dari nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh Almarhumah Hajjah Ainun. Beliau adalah sosok ibu yang berhasil menyemai benih adab dan budi pekerti di atas segalanya. Dari rahim pendidikan keluarga yang penuh takzim itulah, lahir seorang pengusaha legendaris yang memahami bahwa puncak kesuksesan duniawi hanyalah jembatan menuju kemuliaan ukhrawi.
Bagi sosok Tanpan Nan Kharismatik yang akrab disapa Bang Ali / Bang Bidin's ini, kekayaan bukanlah tumpukan materi, melainkan sejauh mana ia mampu menjadi "tangan di atas" bagi mereka yang sering terlupakan oleh hiruk-pikuk dunia.
Momentum paling menggetarkan seluruh hati yang hadir terjadi saat Bang Ali berdiri di hadapan para tokoh besar dan tokoh berpengaruh. Dengan gestur yang penuh tawadhu namun berwibawa, ia mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya dengan santun secara berdampingan. Ruangan seketika hening terasa kedab udara saat ia mengutip sabda Rasulullah SAW.
“Aku dan orang yang mengasuh anak yatim di surga seperti ini,” ucapnya dengan suara yang bergetar penuh keyakinan. “Hari ini, kita tidak hanya sedang memberikan santunan. Kita sedang bersama-sama mengantre, memohon restu Ilahi agar kelak di yaumul akhir, kita diizinkan berdiri sedekat ini dengan Baginda Nabi SAW.”
Pesan ini bukan sekadar orasi, melainkan sebuah visi besar yang melampaui batas-batas duniawi, menyatukan hati para dermawan dalam satu barisan menuju rida Sang Pencipta.
Kegiatan ini dirancang dengan sangat komprehensif. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat nampak nyata saat Bupati Sumenep turut serta dalam Road Show Goes To Sumenep, sebuah acara sepeda santai yang berkolaborasi dengan Yayasan Makarimul Akhlaq. Kehadiran pemimpin daerah ini menjadi simbol bahwa
Kepedulian sosial adalah tanggung jawab kolektif.
Kepedulian tersebut menyentuh aspek paling mendasar manusia, yakni kesehatan. Melalui kerja sama dengan Klinik As Salamah, pengobatan gratis digelar untuk memberikan akses medis bagi kalangan dhuafa. Senyum syukur dari para lansia dan anak-anak yang menerima konsultasi medis menjadi saksi bisu betapa kehadiran Yayasan BIP sangat dirasakan manfaatnya secara nyata.
Menjelang senja, pada pukul 15.00 WIB, suasana berubah menjadi begitu hangat dan membumi. Tidak ada sekat pembatas saat 1.000 tukang becak, pengemudi ojek daring, dan penyapu jalan berkumpul dalam acara “Ngopi Santai”. Di sana, Bang Ali menunjukkan karakter intelektual berkelas tinggi yang elegan sebagai pemimpin yang egaliter; ia merangkul mereka yang berpeluh di jalanan dengan penuh hormat.
Kegiatan ini menjadi bukti sahih bahwa di Sumenep, telah lahir sebuah pergerakan yang tidak hanya memberi, tetapi juga memanusiakan manusia. Yayasan Bani Insan Peduli telah membuktikan bahwa kemuliaan sejati adalah ketika keberadaan kita menjadi jawaban atas doa-doa mereka yang membutuhkan.
(R. M Hendra)
