Sumenep, Kompasone.com - Kamis (26/2/2026) menjadi saksi bagi dimulainya babak baru dalam arsitektur birokrasi Kabupaten Sumenep. Tongkat estafet Sekretaris Daerah (Sekda) resmi berpindah tuan kepada Agus Dwi Saputra, S.Sos., M.Si. Sebuah pelantikan yang bukan sekadar seremoni pengucapan sumpah, melainkan penegasan arah baru bagi gerak administratif di Bumi Sumekar.
Dalam ekosistem pemerintahan, jabatan Sekda sering kali diibaratkan sebagai "Mesin Tempur" sekaligus "Penjaga Irama". Ia adalah episentrum koordinasi kebijakan yang harus memastikan setiap keputusan politik kepala daerah diterjemahkan dengan presisi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Pelantikan Agus Dwi Saputra, sebagaimana tersiar melalui akun resmi Protokol dan Komunikasi Pimpinan, membawa harapan besar akan adanya akselerasi. Publik tidak lagi hanya menuntut kehadiran pejabat baru, melainkan mengharapkan sosok yang mampu menjadi jembatan harmonis antara visi besar bupati dan realitas pelayanan publik di lapangan.
Kompasone.com secara khusus menyampaikan selamat atas amanah baru ini. Namun, di balik ucapan sukses tersebut, terselip pesan substantif: bahwa integritas dan dedikasi bukanlah sekadar ornamen pidato, melainkan kompas wajib di tengah tantangan reformasi birokrasi yang kian kompleks.
"Semoga amanah ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab, membawa kemajuan yang dampaknya tidak hanya berhenti di atas kertas laporan, tetapi dirasakan langsung oleh setiap denyut nadi masyarakat Sumenep," tulis pernyataan resmi tersebut.
Masuknya sosok Agus Dwi Saputra terjadi di momen yang krusial. Di era di mana kecepatan layanan publik menjadi parameter utama keberhasilan, Sekda baru ditantang untuk mampu memperkuat disiplin birokrasi dan memangkas rantai pengambilan keputusan yang berbelit.
Kini, perhatian publik tertuju pada satu hal: Langkah konkret. Apakah "mesin" baru ini mampu berlari lebih kencang tanpa meninggalkan aspek akuntabilitas? Apakah ritme kerja antar-OPD akan semakin sinkron di bawah komandonya?
Pelantikan ini adalah sebuah pesan bahwa efektivitas pemerintahan tidak boleh jalan di tempat. Dengan kapasitas intelektual dan pengalaman yang dimilikinya, Agus Dwi Saputra diharapkan mampu menjaga konsistensi visi daerah, memastikan birokrasi tetap menjadi pelayan rakyat yang tangkas, dan membawa Sumenep menuju fajar kemajuan yang lebih cerah.
Selamat bertugas kepada Bapak Agus Dwi Saputra. Rakyat menanti karya nyata, bukan sekadar gaya.
(R. M Hendra)
