Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

BUMKal Bisa Sena Kalurahan Patuk Mampu Berikan Kontribusi yang Tidak Kaleng-Kaleng Terhadap PAD Kalurahan

Sabtu, Januari 31, 2026, 08:10 WIB Last Updated 2026-01-31T01:11:03Z

Gunungkidul DIY, Kompasone.com — Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Bima Sena, Kalurahan Patuk, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul D.I. Yogyakar mampu menyumbang kontribusi Pendapatan Asli Desa (PAD) kalurahan.


Hal tersebut disampaikan oleh Lurah Kalurahan Patuk, Catur Bowo, ia menyebutkan BUMKal Bima Sena mampu memberikan 40 persen dari total pendapatan ke PAD kalurahan.


"Bahkan sepanjang tahun 2025, pendapatan BUMKal tercatat mengalami kenaikan sebesar 3,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya," kata Lurah Kalurahan Patuk (28/26) saat laporan pertanggungjawaban BUMkal tahun 2025.


Ditahun 2025 kemarin kondisinya cukup sulit, karena andalan pemasukan kami berada di sektor pariwisata, BUMKal tetap bisa bertahan dan tumbuh. Namun, dengan Adanya kebijakan dari Jawa Barat memang cukup berdampak langsung bagi kunjungan wisata dan pendapatan di Bumkal. 


"Pada tahun 2025 BUMKal Bima Sena menargetkan pendapatan sebesar Rp 40 juta, akan tetapi kenyataan yang dicapai justru melampaui target, yaitu sebesar Rp 43,7 juta," urainya. 


Dari capaian tersebut, sambungnya, kontribusi yang diberikan terhadap PAD Kalurahan Patuk mencapai Rp 42.490.516.


Lebih lanjut Lurah Kalurahan Patuk ungkapkan, capaian ini tidak lepas dari kerja keras secara kolektif oleh pengurus BUMKal serta kepercayaan masyarakat. Catur Bowo berharap pada tahun 2026 ini seluruh jajaran pengurus mampu meningkatkan kinerja dengan mengoptimalkan sektor-sektor yang potensial untuk menambah pemasukan. 


Salah satu, lanjutnya, yang menjadi fokus kami ke depan adalah ketahanan pangan. Sekarang sudah mulai berjalan, yang ditanam berupa buah-buahan, dan antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. 


Direktur BUMKal Bima Sena, Ivan Medianta. menyebutkan bahwa secara kelembagaan, BUMKal Bima Sena terus mengalami penguatan modal dan pengembangan unit usaha.


"Modal awal BUMKal pada 2024 sebesar Rp 800 juta, kemudian meningkat signifikan menjadi Rp 1,6 miliar pada 2025. Modal tersebut dikelola untuk mengembangkan berbagai unit usaha strategis," papar Direktur BUMKal. 


Kami mengelola beberapa unit usaha, mulai dari SPAMDes, parkir, perdagangan, simpan pinjam, hingga ketahanan pangan yang terus kami kembangkan sebagai penopang ekonomi di Kalurahan. 


Pengembangan unit ketahanan pangan, urai Ivan, menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada sektor pariwisata yang rentan terhadap kebijakan eksternal dan fluktuasi ekonomi.


"Semua ini bisa dicapai berkat Kolaborasi antara pemerintah kalurahan, pengelola BUMKal, dan partisipasi aktif dari masyarakat, sehingga harapan kami BUMKal Bima Sena bisa mampu untuk menjaga dan memperkuat kemandirian di tahun-tahun mendatang," harap Ivan mengakhiri.


( Mbah Pri )

Iklan

iklan