Probolinggo, Kompasone.com – Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Probolinggo, Polda Jawa Timur, turun langsung mengecek distribusi LPG 3 kg di sejumlah Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), pangkalan, dan agen di Kabupaten Probolinggo. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan gas subsidi tetap aman menjelang bulan Ramadan.
Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardana melalui Kasatreskrim AKP Putra Adi Fajar Winarsa menegaskan bahwa pengecekan ini merupakan bentuk pengawasan agar distribusi LPG subsidi berjalan sesuai ketentuan. "Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Kapolres untuk memastikan tidak ada kendala distribusi dan menghindari potensi kelangkaan di masyarakat," ujar AKP Putra Adi, Sabtu (8/2/2025).
Tim dari Unit Tipidter Satreskrim Polres Probolinggo melakukan pengecekan di beberapa lokasi, termasuk SPBE Gending, Pangkalan UD Julisdi Tanoyo, dan Agen LPG PT Putra Anugerah Mandiri Perkasa. Selama pemeriksaan, petugas mengevaluasi stok LPG serta alur distribusi guna memastikan tidak ada hambatan.
Hasil pengecekan menunjukkan bahwa pasokan LPG 3 kg masih tersedia dengan baik dan tidak ditemukan indikasi kelangkaan. "Distribusi LPG bersubsidi di wilayah Kabupaten Probolinggo berjalan lancar sesuai ketentuan yang berlaku," ungkap AKP Putra Adi.
Selain memastikan ketersediaan, kepolisian juga memantau potensi penyimpangan, seperti penimbunan atau penjualan di luar harga eceran tertinggi (HET). "Kami terus mengawasi distribusi LPG bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan," lanjutnya.
Polres Probolinggo mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan dugaan pelanggaran dalam distribusi LPG 3 kg. "Kami terbuka menerima laporan dari masyarakat untuk menindaklanjuti jika ada penyimpangan," tegas AKP Putra Adi.
Pihaknya juga berkoordinasi dengan agen dan pangkalan untuk memastikan distribusi berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. "Pangkalan dan agen harus mengikuti aturan distribusi agar subsidi benar-benar dirasakan oleh warga yang berhak," ujarnya.
Menjelang Ramadan, konsumsi LPG bersubsidi biasanya meningkat seiring kebutuhan masyarakat yang lebih tinggi. Oleh karena itu, kepolisian bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan. "Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses LPG dengan harga yang sesuai," kata AKP Putra Adi.
Selain itu, kepolisian juga mengingatkan pangkalan agar tidak melakukan praktik curang seperti menimbun stok atau menjual LPG di atas harga resmi. "Jika ada pelanggaran, kami akan tindak tegas sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan LPG 3 kg, terutama bagi warga kurang mampu yang bergantung pada gas subsidi untuk kebutuhan sehari-hari.
"Kami ingin memastikan Ramadan berjalan lancar tanpa kendala distribusi LPG, sehingga masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan tenang," pungkas AKP Putra Adi.
Polres Probolinggo berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan secara berkala demi memastikan distribusi LPG subsidi tetap tepat sasaran dan tidak terjadi penyimpangan.
Muh
