Sumenep, Kompasone.com - Di jantung kepulauan Sumenep, Madura, sebuah desa bernama Pajanangger telah menjelma menjadi potret transformasi yang menginspirasi. Di balik perubahan gemilang ini, terdapat sosok Suhrawi, Kepala Desa Pajanangger, yang dengan visi dan dedikasinya telah mengubah wajah desa menjadi lebih baik.
Dulu, Pajanangger adalah desa yang terisolasi, terpisah dari dunia luar oleh lautan dan infrastruktur yang minim. Namun, di bawah kepemimpinan Suhrawi, isolasi itu berhasil ditembus. Jalan-jalan yang dulu rusak kini telah mulus, membuka aksesibilitas dan konektivitas.
Tak hanya itu, akses internet yang dulu langka kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, membuka jendela informasi dan peluang. Bahkan, listrik yang dulu menjadi barang mewah, kini telah menerangi setiap sudut desa, berkat upaya Suhrawi yang berhasil mendatangkan investor dan menjalin kemitraan dengan pihak terkait.
Suhrawi tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun manusia. Ia menyadari bahwa pembangunan desa tidak hanya tentang jalan dan jembatan, tetapi juga tentang kualitas sumber daya manusia.
Oleh karena itu, ia memberikan penghargaan kepada anak-anak berprestasi, memberikan bantuan sosial kepada warga yang berduka, dan berbagi rezeki dengan anak yatim dan fakir miskin.
Ia juga menggagas berbagai kegiatan positif merangsang untuk membangun daya pola pikir dan menambah keimanan masyarakat, yang awalnya vakum kami isi dengan lomba takbir di malam lebaran, serta menciptakan lapangan sepak bola yang megah dan lapangan pacuan kerbau.
Salah satu inovasi Suhrawi yang paling menonjol adalah pengembangan wisata Sapo'ong. Ia berhasil mengubah daerah yang dulunya kumuh menjadi destinasi wisata yang menarik, diakui oleh semua pihak, termasuk dinas-dinas terkait.
Selain itu, ia juga membangun lapangan sepak bola yang tidak hanya menjadi tempat bermain, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan masyarakat Pajanangger. Bahkan, ia berani membandingkan lapangan sepak bola ini dengan Stadion Ahmad Yani Sumenep, dan ia yakin bahwa lapangan sepak bola Pajanangger jauh lebih baik
Suhrawi tidak hanya fokus pada pembangunan di dalam desa, tetapi juga di luar desa. Ia secara rutin memperbaiki jalan menuju Arjasa, karena ia menyadari bahwa jalan tersebut sangat penting bagi warga Pajanangger. Ia bahkan mengorbankan sebidang tanah yang ia punya untuk membangun balai desa, karena ia menyadari bahwa desa tidak memiliki tanah kas desa.
Dengan segala pencapaian dan pengorbanannya, Suhrawi merasa layak mendapatkan penghargaan dari pemerintah Sumenep. Namun, baginya, penghargaan bukanlah tujuan utama. Ia lebih fokus pada pengabdian kepada masyarakat, karena ia percaya bahwa sebagai kepala desa, ia adalah representasi dari seluruh masyarakat Pajanangger.
Suhrawi adalah contoh kepala desa yang visioner, transformator, dan berdedikasi. Ia telah membuktikan bahwa dengan kerja keras, inovasi, dan niat yang tulus, seorang kepala desa dapat mengubah wajah desa menjadi lebih baik.
Ia adalah inspirasi bagi para pemimpin lainnya, bahwa pembangunan desa harus dilakukan secara holistik, tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga pada manusia dan lingkungan.
Pesan Moral dari Suhrawi : Jika kami salah "tegur atau laporkan kami, karena itu adalah hak setiap warga., kami siap mempertanggungjawabkan. Namun, jika kami benar, biarkan kami terus mengabdi untuk masyarakat. Kami tidak akan pernah menghindar atau bersembunyi untuk menghadapinya, karena kebenaran adalah tameng kami, dan pengabdian adalah jalan kami." (S)
Berita ini disajikan dengan bahasa terbaik yang kami haturkan untuk memberikan informasi yang mendalam dan komprehensif tentang transformasi Pajanangger di bawah kepemimpinan Suhrawi. Tujuannya adalah untuk memberikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi Suhrawi, serta menginspirasi para pemimpin lainnya untuk melakukan yang terbaik bagi masyarakat.
(R. M Hendra)
