Pasuruan, Kompasone.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Kementerian Pertanian menggelar gerakan tanam serentak Padi Gogo Agroforestri di Blok Putuk Elang, Petak 29, lahan Perhutani, Dusun Cowek, Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Selasa (4/2/2025). Program ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dengan memanfaatkan lahan hutan secara produktif tanpa merusak ekosistem.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pejabat penting, di antaranya Dirjen Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, serta Kasdim 0819 Pasuruan, Mayor Inf Teguh Heri Wignyono, yang mewakili Komandan Kodim 0819 Pasuruan.
Dalam sambutannya, Mayor Inf Teguh Heri Wignyono menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. "Penanaman Padi Gogo di kawasan agroforestri ini tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan," ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan TNI dalam program ini menjadi bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani. "Kami siap mendampingi petani dalam pengelolaan lahan hingga panen agar hasilnya maksimal," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur menyampaikan bahwa Padi Gogo dipilih karena memiliki ketahanan terhadap kondisi tanah kering serta tidak memerlukan banyak air seperti padi sawah. "Penerapan sistem agroforestri ini diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan tanpa mengganggu fungsi hutan," jelasnya.
Di sisi lain, Dirjen Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian mengungkapkan bahwa gerakan tanam serentak ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menghadapi potensi krisis pangan global. "Langkah ini penting untuk memastikan ketersediaan pangan dalam jangka panjang," katanya.
Kelompok tani Sumber Makmur Abadi yang turut serta dalam kegiatan ini menyambut baik program tersebut. Mereka mengaku siap mendukung dan mengembangkan sistem pertanian berkelanjutan yang telah dicanangkan pemerintah.
Ketua kelompok tani, Sunarto, menyampaikan bahwa petani merasa terbantu dengan adanya pendampingan dari pemerintah dan TNI. "Kami mendapatkan bibit unggul serta pelatihan cara bertani yang lebih efektif," tuturnya.
Menurut data Dinas Pertanian Jawa Timur, lahan Perhutani yang digunakan untuk Padi Gogo ini mencapai puluhan hektare dan diharapkan dapat menghasilkan panen yang signifikan. "Jika berhasil, program ini akan diperluas ke wilayah lain di Jawa Timur," ungkap perwakilan dinas.
Selain mendukung ketahanan pangan, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. "Dengan hasil panen yang lebih baik, pendapatan petani bisa meningkat," ujar Sekda Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan tanam serentak ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat, daerah, TNI, dan masyarakat dalam membangun sistem pertanian yang tangguh dan berkelanjutan. "Kami optimis program ini bisa menjadi model pertanian modern yang berwawasan lingkungan," tutup Mayor Inf Teguh Heri Wignyono.
Muh
