Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Terduga Suami Siri Ditangkap: Misteri Kematian Wanita dalam Koper Merah Terungkap

Senin, Januari 27, 2025, 15:10 WIB Last Updated 2025-03-05T08:28:21Z


Surabaya, Kompasone.com – Kasus kematian misterius seorang wanita asal Blitar yang jenazahnya ditemukan warga Ngawi dalam koper merah kini telah terpecahkan. Penyelidikan cepat yang dilakukan oleh tim gabungan kepolisian dari Ditreskrimum Polda Jatim dan Satreskrim berhasil mengamankan terduga pelaku tiga hari setelah penemuan mayat.


Kombes Pol Dirmanto, Kabidhumas Polda Jatim, menyampaikan informasi tersebut dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Bidhumas Polda Jatim pada Senin, 27 Januari 2025. "Terduga pelaku yang diamankan petugas berinisial A, yang mengaku sebagai suami siri korban," ungkap Dirmanto.


Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Farman, menjelaskan bahwa tindakan pembunuhan dilakukan di sebuah hotel di Kediri, Jawa Timur. "Pelaku telah merencanakan untuk memasukkan korban ke dalam koper, namun ternyata tidak muat," kata Farman.


"Awalnya, rencana pelaku adalah untuk mengemas korban utuh dalam koper tersebut. Namun, karena tidak cukup, akhirnya dilakukan mutilasi," lanjutnya. Kejadian tragis ini bermula saat terduga pelaku dan korban melakukan check-in di hotel pada malam 19 Januari 2025.


Menurut pengakuan pelaku A, terjadi percekcokan antara dia dan korban, yang berujung pada perbuatan brutal tersebut. "Ia mengaku telah mencekik korban hingga menyebabkan kematiannya," terang Kombes Farman.


Setelah menyadari bahwa korban telah meninggal, pelaku pun dilanda kebingungan. Ia mulai merencanakan cara untuk membuang jenazah yang sudah dibunuh itu. "Pertama, dia mempersiapkan koper, yang diambil dari rumahnya, serta mencari beberapa peralatan yang dibutuhkan seperti plastik, lakban, dan pisau," paparnya.


Pengakuan selanjutnya mengungkap bahwa pisau dibeli pelaku di salah satu toko sebelum melakukan aksinya. Pada dini hari 20 Januari 2025, pelaku pun melaksanakan rencananya untuk memutilasi tubuh korban, dimulai dari bagian kepala.


"Dia berusaha memasukkan kepala korban ke dalam koper, tetapi tidak muat. Akibatnya, pelaku kemudian memutuskan untuk memutilasi kembali tubuh Uswatun dari kaki kiri hingga batas paha," tutur Farman dengan nada menyedihkan.


Ketika ditanya mengenai motif di balik tindakan kejam tersebut, Kombes Dirmanto menjelaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan pihak kepolisian akan terus mengeksplorasi latar belakang antara keduanya. "Kami harus menggali lebih dalam untuk memahami dinamika hubungan mereka," tambahnya.


Kasus ini telah menarik perhatian publik, mengingat kekejaman yang terjadi dan betapa dekatnya hubungan antara pelaku dan korban. Masyarakat berharap agar keadilan dapat ditegakkan dengan segera.


Pihak kepolisian menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh berbagai isu yang belum jelas kebenarannya. "Kami akan mengungkap semua fakta dalam kasus ini, sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku," tutup Kombes Farman.


Muh

Iklan

iklan